Jumat, 04 Oktober 2013

Antara Tumpukan Pekerjaan, Sepatu Branded, dan DVD Bajakan

Senyum lebarnya ini loh... bikin nyesss... lupa deh semua deadline ituu....

Huuuft.... akhirnyaaaaa.... ketemu lagi sama tab  'create new post' (*kecup mesra icon pensil).
Dua minggu yang benar-benar hetctic. Ada 8 laporan yang harus selesai akhir bulan September ini. Delapan! Duuh... kok ya timku yang kebetulan punya utang G30S (sebutan kami untuk laporan yang harus selesai akhir September ini) paling banyak. Tim lain paling cuma punya tunggakan  3 sampai 5. Ada yang dibela-belain tiap hari pulang malem, ada yang lembur hari Sabtu Minggu, dan aku yang gak mungkin pulang malem ato kerja Sabtu Minggu bener-bener manfaatin tiap detik dalam dua minggu kemarin itu berkutat di depan komputer di antara tumpukan berkas-berkas. Bahkan kegiatan pumping ASI pun gak sempat kulakukan lagi, hiks... Kaki di kepala, kepala di kaki deh... <- lebay ini mah..  Untunglah dari 8 itu 6 sudah separo jalan, dan 2 saja yang bener-bener mulai dari awal. Dan untung juga anggota timku bisa diandalkan.

Walo cuma duduk di depan komputer, tapi tiap pulang tu rasanya capeeek.... Weekend pun jadinya pengin tidur-tiduran aja, males ngapa-ngapain. Etapi malah minggu kemarin lusa itu pas jadwalnya pengajian rutin bulanan di masjid deket rumah, dan seperti biasa aku harus menyiapkan snacknya. Cuma pesen-pesen by phone sih, tapi tetep aja repot.. Untung banyak yang bantuin. Dan hari minggunya sebenernya masih males ngapa-ngapain, tapi udah terlanjur menyanggupi rikues Kakak untuk bikin puding oreo buat temen-temennya. Ya sudah.. kalo udah masuk dapur kan jadinya pengin masak ini itu.. Gak jadi deh weekend males-malesan tidur-tidurannya.

Jadi ceritanya weekend kemarin ini pengin jalan-jalan, refreshing gitu, biar gak ngebul ini kepala. Sabtu sekalian jemput Kakak di sekolah, semua ikut (kan judulnya mau jalan-jalan). 
Suamiku dan Aa Youri mau beli sepatu futsal, Kakak mau beli sepatu sekolah dan aku jadi inget sepatu ketsku yang sudah mangap karena kelamaan disimpan manis di dusnya dan keinginanku untuk beli sepatu baru mulai berolah raga. Karena sekolah Kakak ada di Dago, jadi rencana kami mau ke Nike Factory Store yang ada di Dago juga, biar sekali jalan.

Ternyata, keputusan untuk jalan-jalan di hari Sabtu kemarin adalah sebuah kesalahan. Bandung macetnyaaa.... Ada Braga Festival, acara (entah apa) motor-motor gede gitu di Gasibu, dan Jabex (Jawa Barat Expo) di Graha Manggala Siliwangi. Kakak minta dijemput jam setengah satu, dan setengah satu itu kami masih di Jl. Supratman. Menghindari Dago yang macet (ekor macetnya sudah terlihat) kami masuk jalan depan Unisba, mau ke Tamansari. Ternyata arah Tamansari mampet gak bergerak. Belakangan baru aku tahu ternyata hari Sabtu itu ada wisuda di Sabuga yang lokasinya di Jalan Tamansari. Ya sudah balik arah deh... muter di Sulanjana, dan kutelpon Kakak, kusuruh naik angkot saja dan kami janjian di Pizza Hut Dago.

Selesai makan dan sholat, sekitar jam setengah 3 jalan Dago sudah mulai bersahabat. Sesuai rencana semula, kami ke NFS untuk belanja sepatu. Karena ada kata 'factory'nya yang ada di pikiranku NFS itu adalah semacam factory outletnya sepatu Nike, dan harganya ya harga factory outlet laah... Sebelumnya aku pernah juga sih ke situ nemenin suami nyari sepatu tenis, tapi waktu itu aku gak merhatiin harga karena suamiku gak nemu sepatu yang cocok. 

Menyebarlah kami mencari sepatu keperluan masing-masing.
Belum 10 menit melihat-lihat, kukumpulkan lagi mereka... "Jangan beli di sini ah, mahalll..." (aku udah langsung ngitung-ngitung aja, empat pasang sepatu dibandingkan gaji sebulanku, kayanya langsung abis deh gajiku). Suamiku udah dapet sepatu pilihannya, sepatu futsal warna orange ngejreng.

"Pa, kita ke Sport Station aja yuk.. kayanya di sana lebih banyak pilihan deh."  <- sebenernya karena tadi pas berangkat lewat jalan Aceh kulihat tulisan DISKON 50% gede-gedenya :)

"Ah belum tentu ada yang cocok," kata suamiku.

"Di sini mahaall..." aku bisik-bisik.

"Ya mahalan di sana lah... di sini kan factory outletnya..." Nah suamiku pun beranggapan sama denganku bahwa barang/harga di sini adalah barang/harga FO.

"Di sana kan banyak pilihan, ga cuma merk ini aja..  Pasti ada yang lebih murahnya. Sayang beli sepatu anak-anak semahal ini, dipakenya cuma sebentar, cepet sempit. Lagi diskon pula di sana Pa."

Walau (sepertinya) dengan berat hati, ditaruh lagi lah sepatu pilihan suamiku itu.
Kami meluncur ke SS di Jl. Aceh. Bukan meluncur deng.... Gak meluncur sama sekali, tapi merayaapp.. Jl Trunojoyo, Diponegoro, macett semua. Muter lagi ke jalan Dago, lewat Jalan Riau. Maghrib kami sampai di SS. Dan suamiku ketemu lagi dengan sepatu pujaannya. 

"Tuh kan mahalan di sini. Tadi di sana cuma Rp xxx ini di sini Rp xxx." katanya sambil cemberut.

"Ih itu kan harga sebelum diskon... Coba tanyain dulu deh... "

Dan ternyata harga setelah diskon di sini sama dengan harga di sana, jadi dibelilah sepatu futsal warna orange ungu ngejreng itu. Aku gak habis pikir kok dia bisa suka sepatu kaya gitu... Tapi katanya sepatu futsal itu emang ngejreng-ngejreng gitu warnanya. Ya sudah deeeh.... 
Anak-anak gak ketemu sepatu yang cocok di sini, aku masih milih-milih. Banyak yang kusuka, banyak yang cocok sebenernya (kecuali harganya :)). Kuperhitungkan, aku olahraga paling cuma seminggu sekali, Jumat pagi senam di kantor. Sayang ah beli mahal-mahal. Jadi kupikir akan lebih ekonomis kalau aku memilih sepatu yang unisex, instead of girlie, karena ukuran kakiku 38 sama dengan ukuran kaki Aa Youri. Pilah pilih, timbang-timbang ini itu, ujung-ujungnya ragu-ragu. 

"Udah, yang ini aja, bagus kok..." kata suamiku. 

"Mmm... gak ah, nanti si Aa gak mau pake kalo modelnya kaya gitu."

"Loh... nyari buat Mama atau buat Aa sih?"

"Nyari yang bisa dipakai berdua... Abis sayang, mahal-mahal kok cuma dipakai seminggu sekali."

Pletakk.... aku pun dijitak.... hihihi....

"Kita ke Kosambi aja yuk Pa."

Just info buat yang bukan orang Bandung. Kosambi ini daerah pertokoan lama di Bandung. Sebelum bermunculan mall-mall, orang Bandung belanjanya ke Kosambi ini. Sepatu, seragam sekolah, jeans, kaos, dll. Katanya sih.. Aku gak tau juga Kosambi seperti apa jaman dulunya, lha wong aku juga bukan penduduk asli Bandung. Ada pasar juga di daerah ini, Pasar Kosambi namanya. Pasarnya gede, tapi di lantai atasnya banyak ruangan kosong, kumuh tak terawat. Terlihat jelas masa kejayaan pasar itu telah lewat.

Ada salah satu toko sepatu di daerah Kosambi yang pernah beberapa kali kami datangi. Koleksi sepatunya  banyak. Sepatu kantor banyak, sepatu olahraga pun banyak. Dan yang jelas, harganya bersahabat dengan dompet kami. Merk-merk sepatu 'keren' standar aku SMA dulu macam Eagle, Kasogi, Precise, Piero, (yang gak ada di NFS maupun SS) ada di sini. 

Aku milih-milih, Kakak milih-milih, Aa milih-milih, dan suamiku pegang Javas & Jindra. Aku dapet sepatu yang cocok, Kakak dapet, Aa dapet. Dibayarlah 3 pasang sepatu itu, dan totalnya cuma lebih mahal 50 ribu dibanding harga sepasang sepatu bertanda check list yang dibeli suamiku. Uuuh.. legaa.. semua bahagia. (Hahaha... sok sokan mau belanja ke Nike FS ato Sport Station, eksekusinya di Kosambi juga..) Etapi.. Aa javas cemberut. Bosen ah beli sepatu melulu, katanya. Hahaha... maaf ya Sayang, A Javas kan gak perlu sepatu, masa mau ikut-ikutan beli. 

Untuk menghibur hatinya, kuajak dia mencari toko mainan. Tapi gak ada di deretan toko-toko itu. "Beli CD aja mau A?" tanyaku. Mauuu... Yasudah, kubelikan dia CD BAJAKAN di emperan toko sepatu tadi. Dua buah DVD harganya 12 ribu rupiah. Satu buah DVD kompilasi Thomas (isinya 8 film) dan satu lagi kompilasi Cars (isinya 6 film, Cars 1, Cars 2, Plane, Monster University, dan entah apa lagi lupa). Catet ya, dua belas ribu dan dapet 14 judul film. Biasanya kubeli CD Thomas di Gramed itu harganya 15 ribu, isinya 1 cerita saja. CD Cars dll itu entah berapa harganya, kayanya 100 ribuan lebih deh per filmnya.. Gimana bisa diberantas ya pembajakan ini? Lha wong pembeli sangat diuntungkan (dan penjual juga pasti). Gak bisa ngomong kualitas sih memang... Belum lagi masalah pelanggaran hak ciptanya itu loh.. Tapi, ah entahlah, yang jelas Javas pun hari itu senang meski gak beli sepatu.

Sampe rumah jam setengah sembilan. Mandi, sholat, nidurin krucils. Anak-anak dan bapaknya pada norak-norakan dong nyobain sepatu baru. Suara mereka makin sayup-sayup terdengar, aku pun tertidur.

Hari Minggu seharian di rumah saja. Pagi-pagi cuma bikin muffin buat sarapan, bikin bubur Jindra, dan sudah, gak masak apa-apa lagi. Makan siang dan sore beli masakan mateng saja, Mama lagi maleesss...

Dan hari Senin rutinitas seperti biasa. Sudah agak lega karena laporan bisa dikatakan beres walau belum 100%. Tinggal nunggu tanggapan dan closing conference dalam seminggu dua minggu ke depan. Bisa nyantai? Tentu saja TIDAK. Karena oh karena... ada 7 Surat Perintah yang laporannya harus selesai 31 Oktober ini. Hadeuh.......

(Mudah-mudahan setelah 31 Oktober aku jadi langsing karena tumpukan kerjaan ini hihi...)





14 komentar:

  1. di kantor kami, tunggakan ulang tahun malah udah ga kepikir lagi,
    ritme nya beda euy ama di daerah
    belum lagi deadline bikin komik
    aarghhh
    (jadi curcol)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi ini bukan tentang tunggakan ulang tahun Om Squ... ini ttg 2003 dan 2008. Diitung itung jangka waktu pembahasan, penagihan dll biar gak ********* ya harus selesai 30 September ituu... Klo 31 Oktober ttg prop**ty.
      Dedline bikin komik? yang ini mah gak bikin stress tapi malah bikin happy kan?
      Ya semacam deadline blogging bagiku hehehe....

      Hapus
  2. Yeay ! Akhirnya tayang jugaaa... aku lihat statusmu hari sabtu itu mbaaak...jadi bulan ini ada G31O enggak mbak ? Klo 7 SP berarti seminggu mesti dua kelar yah hahaha semoga langsing deeeh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.... kalo bisa milih sih mending langsing karena efek sepatu baru daripada langsing karena kebanyakan kerjaan ya mbaak. ...

      Hapus
  3. Jindraaaaa! Iyaaa, pasti meleleh hati liat yg cakeps begini, mbak... :)
    Baca postingan ini, aku jd inget sama sepatu centrang yg udah berbulan2 kuanggurin... hihi...
    Ya ampun mbak... itu acara moge hr sabtu kmrn itu, aku ketemu tuh sama rombongannya yg dateng dari arah Jateng. Ish, pak Myko sampe ngiler2 liat moge2nya! Haha...
    Macetnya ampun2an ya, kalo sabtu. Makanya, kalo keluar rumah sabtu, aku nggak mau keluar terlalu siang. Pokoknya dzuhur harussss sudah otw pulang... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siniin sepatunyaa... sayang banget beli mahal2 gak dipake. Ntar malah rusak nganggur loh.. pasti pas beli mikirnya beli yg keren ah biar semangat olahraga, hihihi.... tapi emang sepatu centrang itu keren2 ya modelnya, dan warnanya juga berani, kaya sepatumu itu.. :D
      jadi, bulan depan beli moge nih? Atau sabtu depan? Sabtu emang top ya macetnya, terutama jam 10 ke atas, tapi mana bisa hari sabtu pergi pagi2.. klo libur kan ritmenya juga melambat...

      Hapus
    2. Bulan depan beli moge? Ini orang KP* beneran capcussss ke Jabar 1 kalo baca komen ini.... huahaha...
      Iya, dulu pas beli si sepatu emang NIAT banget lari, jadi walopun gigit struk pas bayar, cuma ya ngerasa sepadan, lah wong buat kesehatan sendiri...
      sekarang... sekarang... kemana ya, kaburnya NIAT si lari ituuuu...? Huhuhu...

      Hapus
    3. hahaha.... Aku sih udah belajar dari pengalaman, sepatu rusak karena kelamaan dianggurin.. Lha wong olahraganya cuma seminggu sekali kalo ada senam jumat pagi di kantor.. KALO ADA dan kalo lagi MAU :D

      Hapus
  4. Jindraaa.. beneran lucunyaaa nggemesin deh kamu nak ^_^...
    Waduh, ini bacanya ikut ngos-ngosan mbak... semoga semua bisa terselesaikan, amien!!
    IIh, tapi asyik lho semua mau ikut dan gak pake drama, kebayang mualesssnya kalo macet gitu.. Dan emang namanya emak-emak itu sampai rupiah terkecilpun kalo bisa dihemat ya kudu dihemat ya?? hihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul banget Ka... pokoknya prinsip ekonomi harus dipegang erat... harus dapat sebanyak-banyaknya dengan pengeluaran sekecil2nya.. :)

      Hapus
  5. salam kenal mbak tituk

    aku banget deh itu...kalo cari barang suka muter-muter tapi ujung-ujungnya balik lagi ke tempet pertama atau kadang gak jadi beli...
    udah pusing sendiri pilah pilih (cari yg berkualitas tapi pengen dengan harga semurah murahnya)

    Ahh,,,jadi kangen Bandung euy...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Nyra.. salam kenal juga...
      Sini sinii... main ke Bandung.. tapi siap-siap kena macet aja klo lagi musim liburan :)
      Sammmaa semua kayanya emak2 ini.... maunya yang murah-murah bayarnya, tapi bagus kualitasnya haha... padahal biasanya kualitas berbanding lurus dengan harga ya?

      Hapus
  6. mbak, Jindra mirip kau ya. Ih ganteng amat nih anak. Toweeeel!!!
    Hahahaha itu Nike Factory itu racun mbak, apalagi di sebelahnya toko idola Edi, yang biasanya say no to every konsumerisme hahaha.
    AKu jadi ngikik inget segala merk jaman dulu, Eagle sama Kasogi huahahah, dulu supply sepatuku kakak sepupu di Jkt yg kerjaannya bagus, Mbak, jadi sering dibeliin Nike, LA Gear sama Reebok yg cantik cantik. Tapiii kalo dari mamakku sih ya itu Kasogi dan Eagle hahahahaah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iyaaa... untung suamiku penggemar jeruk, jadi gak ngelirik toko apel yang di sebelah Nike ituu.... ;)
      Dan jaman dulu aku di Magelang ngerasa merk Kasogi ato Eagle itu paling keren banget lohh... ternyataaaa... hahaha.....

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...