Rabu, 17 Juli 2013

Jadilah InspirASI Writing Competition

Freezer di kulkas lamaku yang sudah penuh dengan ASIP.
 
Lactamil mengadakan lomba menulis #jadilahinspirASI Writing Competition. "Ayo Mama sebarkan inspirasi dan tuliskan pengalaman, dukungan atau harapan Mama seputar pemberian ASI" begitu bunyi pengumumannya. 

Sebagai praktisi (ciee bahasanya) dan pendukung ASI pasti aku langsung bersemangat ikutan lomba untuk berbagi inspirasi dong.. Dan ngiler sama Samsung Galaxy Note 8-nya ituuuu.......

Ketak ketik ketak ketik, lancaar... lha wong isinya cuma berbagi pengalaman. Kalau bercerita tentang manfaat ASI pasti sudah pada tahu laah... Aku berbagi pengalamanku saja, dengan harapan ada yang terinspirasi dari tulisanku. "Ibu ini bekerja full time dari pagi sampai sore, mengurusi 4 anak pula, tapi tetep memberikan ASI untuk bayinya. Aku juga harus bisa ah..." begitulah kira-kira kata orang yang terinspirasi. Dan jadilah 2 halaman tulisan di MS Word. Eh iya, syarat lombanya bukankah maksimal 500 kata? Yaaah harus diedit deh. Aku edit tulisanku, banyak kalimat dan kata yang terpaksa kubuang, sambil berharap tulisanku tetap enak dibaca dan menginspirasi. 


Terpaksa beli freezer (catat, bukan kulkas) baru 4 rak :)

Dan inilah jadinya tulisanku, 469 kata.


Sedih, itu pasti. Siapa sih ibu yang tidak sedih ketika harus meninggalkan bayinya, dan menyerahkannya pada pengasuhan orang lain? Walau hanya untuk beberapa saat, perpisahan itu tetap menyisakan kesedihan. Kesedihan itulah yang kurasakan saat masa cuti bersalinku berakhir dan aku harus segera masuk kerja lagi. Aku yang selama dua bulan terakhir ini bisa seharian bersama bayiku, merawatnya sepenuh waktu yang kumiliki, dan bisa mencium wanginya setiap saat, kini harus bersiap menyerahkan pengasuhannya pada orang lain. Sedih.
Tapi di balik kesedihan itu  ada rasa aman dan tenang, karena meskipun kutinggal bekerja seharian, untuk bayiku sudah kusediakan ASIP (ASI Perah). Gak tanggung-tanggung, ada lebih dari 150 botol berkapasitas 125 ml ASIP yang telah kusediakan untuknya. “Banyak amat Mbak? Gimana caranya bisa nyetok ASI sebanyak itu?” tanya temanku. Aku pun awalnya gak percaya dalam dua bulan bisa menabung ASIP sebanyak itu, sampai aku beli freezer 4 rak baru. Aku terinspirasi oleh Wida, temanku yang memposting foto ASIPnya yang satu freezer 4 rak itu di Facebook. Wida bisa, aku pun harus bisa, tekadku. Dan ternyata tidak sulit kok untuk mewujudkannya, asal kita punya kemauan yang kuat untuk itu.
Hindari stress, makan makanan yang bergizi, minum susu, dan istirahat yang cukup, insyaalloh produksi ASI kita akan banyak. Produksi ASI yang banyak akan sia-sia kalau tidak kita manfaatkan secara maksimal. Jadi selama cuti itu aku tiap hari pumping ASI. Sehari 2-4 kali pumping, disamping menyusui bayi secara langsung, tentu merangsang produksi ASIku menjadi semakin banyak. Bukankah ASI itu semakin banyak dikeluarkan maka akan semakin banyak diproduksi?
Selama bekerja, aku selalu menyempatkan untuk pumping ASI di sela-sela waktu luangku. Aku bertekad akan memberikan ASI kepada anakku sampai dia berumur 2 tahun.
Tapi ternyata, pumping ASI setelah kembali bekerja tidaklah semudah yang dibayangkan. Tidak seindah yang diceritakan orang-orang. Sibuk, banyak pekerjaan, dikejar deadline, ada tamu, tugas lapangan,  bahkan rasa malas kadang mengganggu. Produksi ASIP yang dulu bisa 4-6 botol per hari, kini cuma 1-2 botol saja. Tentu saja persediaan ASIP di freezer semakin menipis dan bahkan hampir habis. Duh…
 Aku pun kembali memotivasi diriku agar bisa banyak memproduksi ASIP lagi.
Apa yang bisa memotivasiku? Cinta tentu saja. Segala sesuatu bila dilakukan dengan cinta akan terasa mudah.  Dengan cinta yang sulit jadi mudah, yang rumit jadi indah, dan yang berat pun jadi terasa ringan. Jadi ketika rasa malas melanda, kupandangi foto bayiku, melihat bening matanya aku pasti langsung tersentuh. Aku  mencintainya, dan pasti  ingin selalu memberikan yang terbaik untuknya. Ketika rasa lelah mendera, aku pun berdoa, agar setiap tetes ASI yang kupompa memberikan kebaikan untuknya. Dan selain kekuatan cinta Tuhan kepada makhlukNya, kekuatan apakah yang bisa mengalahkan kekuatan cinta seorang ibu kepada anaknya? Aku rasa tidak ada. Dengan kekuatan cinta itulah aku kembali bangkit, mengusir jauh-jauh rasa malas, rasa lelah,  alasan kesibukan, dan berjuta alasan lainnya.

Anakku, aku mencintaimu, dan akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untukmu.

Siap diposting.. Aku log in ke webnya Lactamil Mama, dan kubaca lagi Syarat dan Ketentuan lombanya. Appaaaa??!! Maksimal 500 karakter? KARAKTER! Haduuuh... udah capek-capek ngedit menjadi 500 kata dan ternyata maksimal hanya 500 karakter...Dan tulisanku ini? Tiga ribu dua ratus tiga karakter!

Huh, aku pun pundung, ya sudahlah males ngedit lagi, gak jadi ikutan aja. Kubiarkan tulisanku itu berhari-hari lamanya. Gak kubaca lagi, gak kuingat-ingat lagi. Tapii.... Galaxy Note itu memanggil-manggil hahaha.... Dan inilah jadinya,  Judulnya ASI, Bukti Cintaku, http://www.lactamilmama.com/jadilahinspirasi/asi/show/393

Doain menang yaa... dan bantu vote juga. Terima kasiiiiih....

4 komentar:

  1. kereeeennn..!
    Nanti kubantu nge-vote, mbak. Tapi kalo dari kompi kantor mah nggak bisa masuk FB, euy! Hihihi...
    Ya ampun...! Sebanyak itu ya, ASIP buat Jindra? Mbak, pake genset nggak, dirumah? kebayang aja kalo sampe listrik mati... Uuuuhh, jangan sampe, yaaaa...!
    ASI-ku juga alhamdulillah dulu selalu banyak, tapi dasar males, pumpingnya ya secukupnya aja, nggak pernah nyetock banyak. Pagi2 pumping, siangnya dikasih. Sistem kejar tayang aja... Jadi nggak sampe menuh2in freezer, lah. Salut pada mbak Tituk yg sampe bela2in freezer baru. Nanti kelar nyusuin, bisa dong usaha es batu. huahahaha...
    Oh, btw... itu samsung galaxy note-nya asli bikin ngilerrr.... Moga2 menang ya, mbaaakkk...! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nge-vote-nya bukan di FB say... tapi di webnya lactamil mama.
      Di link itu gak muncul pilihan VOTE ya?
      Buka galeri, cari tulisan berjudul ASI, Bukti Cintaku oleh: tituk, dan vote.. Makasiih...
      Penilaian oleh juri siih.. tapi katanya vote mempengaruhi.

      Daan memang aku stress tiap listrik mati... gak punya genset. Untungnya listrik mati gak pernah lebih dari 4 jam... jadi amaan... alhamdulillah...
      Kelar nyusuin jualan es batu? Gak usah nunggu kelar, sekarang juga udah kosong freezer ituh... hiks.. hiks....
      Ratusan botol kaca itu udah dibagi-bagiin ke temen atau saudara yg perlu. Dan freezer? Gak dibagiin doong... mo dijual aja. Berminat? :))

      Hapus
    2. oohhh.. pilihan votenya tadi nggak kebuka, mbak. Cuma ada pilihan utk share di FB sama twitter.
      Beli freezer..? Buat nampung ASIP...? Buat bayi ke-4...? Oh, tidaaaaakkkk....! *histeris* Huahaha....

      Hapus
    3. A4 pasti lebih seru daripada A3...
      Dua pasang dong biar adil :D
      Ayooo jangan kalah sama aku.... #nyaritemen

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...