Jumat, 07 Juni 2013

Selamatkan Pangan

Sejak kecil aku sudah dibiasakan oleh ibuku untuk tidak membuang-buang makanan. Ora ilok, katanya. Pamali mungkin bahasa Sundanya. Konon katanya makanan yang kita buang itu akan menangis, mengadu kepada Gusti Alloh, mengadukan perbuatan kita menyia-nyiakannya. Dan kelak Gusti Alloh akan menghukum kita dan anak cucu kita dengan tidak memberi rejeki berupa makanan lagi. Tidak punya makanan, alias jatuh miskin. Bahkan ibuku memberi contoh, seorang tetangga yang miskin, dulu adalah orang kaya. Tapi karena suka menyia-nyiakan makanan maka sekarang di masa tuanya jadi miskin.

Entah itu cara ibuku menanamkan kebiasaan untuk tidak memubazirkan makanan, atau trik agar kami anak-anaknya mau menghabiskan makanan kami. Yang jelas, sampai dengan hari ini aku termasuk orang yang anti dengan pemubadziran makanan. Kalau ada makanan, sikaat.. Hehehe... Bukan itu. Aku adalah orang yang selalu merasa berat hati, 'eman-eman' kalau harus membuang makanan. Sebisa mungkin makanan itu dimanfaatkan selama masih bisa dikonsumsi.
 
Hari ini (5 Juni)adalah Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Indonesia mengusung tema Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi Untuk Selamatkan Lingkungan, yang selaras dengan tema yang dikeluarkan oleh Badan Lingkungan Hidup Dunia, United Nations Environment Programme (UNEP), yaitu “Think, Eat, Save”. Tema Hari Lingkungan Hidup yang diusung adalah “Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi Untuk Selamatkan Lingkungan” dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang mudah serta membuka kesadaran kita semua/masyarakat atas pentingnya menyikapi pemanfaatan makanan dan sumber daya alam termasuk pemanfaatan bahan makanan secara bijak.(Sumber : Kementerian Lingkungan Hidup )

Himbauan untuk tidak membuang-buang makanan. Hmm... aku jadi terisnpirasi untuk berbagi cerita mengenai apa yang sudah kulakukan untuk menghindari terbuangnya makanan. Cekidot.

Yang pertama adalah nasi. Nasi yang tersisa sedikit di Magic Com memang menimbulkan dilema (halah.....). Mau masak lagi, tanggung. Gak masak, kurang. Ya sudah akhirnya masak lagi, dan bisa ditebak, kalau sudah ada nasi baru pasti nasi sisa tadi/kemarin jadi gak laku. Dibuang? Jangan dong... Dibikin nasi goreng? Bosen lah tiap hari bikin nasi goreng.Tiap hari ada nasi sisa di dapurku. Yang aku lakukan adalah memasukkan nasi itu ke dalam wadah kedap udara, dan simpan di kulkas. Kalau besok ada nasi sisa lagi, gabungkan. Untuk apa? Ya dibikin nasi goreng hehehe... Tapi kan gak tiap hari bikin nasi gorengnya... :)


Yang kedua lauk teman nasi. Lauk yang banyak dan belum habis, kemudian dihangatkan berulang kali, dijamin gak laku di meja makanku. Lebih baik hidangkan secukupnya, sisanya simpan di kulkas. Dan dia baru boleh muncul 2 atau 3 hari kemudian, dengan teman pendamping yang berbeda. Misalnya ayam goreng. Hari Senin dia tampil bersama sayur sop dan tahu, hari Kamis dia boleh muncul bersama urap dan tempe goreng tepung. Atau boleh juga 'berganti baju', ditambahi bumbu merah jadi ayam balado, dibumbui kecap jadi ayam semur. Atau bisa 'berubah wujud' disuwir-suwir dicampur ke bihun goreng. Apa saja yang penting si ayam goreng tadi gak terbuang.


Kemudian buah-buahan. Ada beberapa buah tertentu yang cepat matang dan tidak tahan lama walau disimpan di kulkas. Pisang, sirsak, nanas, strawberry, dll. Dari pada kematengan, atau benyek walau sudah disimpan di kulkas, lebih baik bersihkan (kupas), masukkan dalam kantong plastik, dan simpan di freezer. Bisa dibikin jus sewaktu-waktu kita pengin, atau pisang bisa dibikin Banana Cake atau diblender bersama susu dan strawberry jadi jus pisang yang lezat.


Selanjutnya apa lagi ya? Roti tawar bisa dibikin puding. Cake atau brownies bisa dibikin Ice Cream Cake. Sisa bumbu ngungkep ayam pun bisa dimanfaatkan. Tambahkan air, didihkan, masukkan bawang merah + putih goreng, garam, merica bubuk. Tambahkan irisan daun bawang seledri. Tadaa... Jadilah kuah soto ayam. Tinggal tambah soun, tauge, dan ayam suwir, jadi deh soto ayam. 


Percayalah, masih banyak orang yang kelaparan di luar sana. Sebisa mungkin tidak ada makanan terbuang. Masak secukupnya, belanja seperlunya. Makanan yang tidak habis jangan langsung dibuang. Yang bisa didaur ulang ya daur ulang. Kalau gak bisa, ya habiskan. Biasanya para ibu nih yang jadi tempat penampungan makanan sisa, dengan alasan sayang kalau mubadzir. Dan hasilnya  badan makin melar hihi... Bagi-bagi ke tetangga, kasih ke tukang cuci di rumah, tukang rumput, atau tukang sampah. Atau bawa keluar, di perempatan jalan kan banyak anak jalanan, berikan. Atau bungkus rapi, masukkan kresek, gantung di pagar rumah, kasih tulisan : "Makanan masih layak makan, silahkan ambil". Apa pun deh, asal jangan dibuang. Lakukan segera selama makanan masih layak makan, daripada masuk ke tempat sampah, nanti dia menangis..... :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...