Minggu, 02 Juni 2013

Pacaran Itu Apa, Ma?


"Ma, pacaran itu apa?"

Uhuk! Aku yang lagi kepedesan makan nasi liwet hampir saja tersedak, kaget dengan pertanyaan anakku yang gak kusangka-sangka. Siang itu kami sedang makan berdua di Kantin Tong Tong di Baltos (Balubur Town Square) dalam rangka mencari dress untuk dipakai di acara Wisuda Siswa di mana di acara tersebut anakku bertugas menjadi MC dan diharuskan memakai dess warna merah maroon. Dress? Mana punya? Ke mana-mana selalu pakai jeans, kaos dan sepatu kets.. Jadilah kami berada di sini, janjian ketemuan di Baltos untuk hunting dress yang dimaksud, karena waktu wisuda tinggal seminggu lagi.

"Hmm.. menurut Kakak apa?" aku kembalikan pertanyaan itu, maksudnya mengulur waktu sambil aku mikir mencari jawaban yg tepat. 
Sungguh, aku sudah sering membayangkan akan membahas masalah pacaran ini bersama anakku, sudah kusiapkan kira-kira apa saja poin penting yang harus kusampaikan. Aku sering baca-baca teori parenting yang membahas masalah komunikasi dengan anak pra remaja, termasuk masalah pacaran ini, agar siap ketika kami bahas bersama anak- anak. Maklum, dua anakku sudah masuk usia pra remaja, jadi masalah pacaran harus diagendakan untuk dibahas. Tapii... ternyata ketika waktunya tiba aku gugup.. karena sama sekali gak menyangka obrolan tentang pacaran ini dimulai oleh anakku. Yang selalu kubayangkan adalah aku (baik sendirian maupun bersama suamiku) yang akan membuka obrolan tentang pacaran ini bersama dua ABG-ku. Dan di luar dugaan sama sekali karena sulungku ini biasanya agak tertutup untuk masalah 'teman istimewa'.

"Ya menurut Mama apa? Kan Kakak yang nanya?" balasnya sambil senyam-senyum centil. Hmm... baiklah..

"Menurut Mama pacaran itu adalah ikatan hubungan dua orang yang saling suka dan sudah jadian. Hssh.. sebentar Kak, Mama kepedesan. Huh haaah..." Kuminum teh botolku pelan-pelan, sambil memikirkan poin-poin penting yang harus kusampaikan. Dalam momen penting ini, gak boleh ada poin penting yang gak tersampaikan. Dan cara penyampaiannya pun harus diperhatikan agar jangan sampai anak merasa seperti diawasi polisi, dihakimi, dan diintimidasi. Ini yang sekilas kuingat dari teori parenting.

"Jadian itu apa?" selanya.

"Jadian itu adalah ketika seseorang menyatakan suka, si temannya bilang iya."

"Bilang iya gimana?" cecarnya. Duh, aku serasa diinterogasi.

"Ya misalnya gini, si A bilang aku suka kamu, dan lawan bicaranya -si B- jawab iya, aku juga suka. Nah saat itulah mereka jadian. Eh Kak mie kuahnya enak gak? Mama nyobain dong.." 
Aku agak bingung juga kenapa dia pura-pura gak tahu definisi 'jadian', toh di Twitter dia sering mention dua temannya mengucapkan selamat jadian, selamat hari jadian, selamat tanggal jadian dll. 

"Enak, tapi pedes.."

"Sama dong kaya nasi liwet ini, pedes. Serba pedes nih kayanya masakan di sini. Wah iya pedes ih, rasanya mirip mie aceh yaa.."

"Kakak gak tau mie aceh rasanya gimana."

"Ya pedes, hehehe... Jadi, adanya ikatan itu Kak yang disebut pacaran. Ya ikatan perasaan, atau ikatan janji. Kalau suka sama seseorang, itu sih gak papa, boleh. Wajar kok seumuran Kakak sudah mulai suka sama lawan jenis. Normal. Tapi kalau pacaran, itu yang Mama larang. Kenapa? Karena Mama pikir Kakak belum waktunya terikat dengan seseorang. Selain terikat, pacaran itu biasanya ditambahi dengan perbuatan-perbuatan yang dilarang agama. Dimulainya sih cuma pegangan tangan. Lama-lama ciuman, bahkan berhubungan sex. Biasanya sih bukan anak SMP kaya Kakak, tapi SMA atau anak kuliahan."

"Ih serem..."

"Sekarang sih temenan aja sama semua orang. Makin banyak temen makin bagus. Coba kalau punya pacar, pasti temenannya jadi terbatas. Karena aku suka kamu dan kamu suka aku, gak boleh dong kalau kamu akrab-akrab sama cowok lain, misalnya.  Cemburu. Udah gitu jadi gak konsen deh pikiran kalau punya pacar, penginnya ngelakuin apa-apa dilihat sama dia, demi dia.. Ah capek kan? "

"Iyaa, temen  Kakak ada yang pacaran, terus kemarin itu cowoknya ngobrol sama Kakak nanya-nanya pelajaran, eh dia tau-tau nangis..Ih, terus jadi jutek gitu sama Kakak."

"Nah.. tuh contohnya. Gak asik banget kan? Enakan bebas, temenan sama siapa aja. Kalau suka sama  seorang, ya gak perlu pacaran lah.. Diem aja. Rasa suka itu kan gampang berubah. Misalnya gini, dulu waktu SD Kakak suka sama X, kayanya X ini yang paling oke, paling keren. Ketika Kakak sudah SMP dan ketemu lebih banyak temen, ternyata si X ini jadi gak oke lagi. Ternyata banyak yang jauh lebih keren dari X. Ternyata X itu culun, misalnya. Jadi enakan temenan aja kan? Jadi pas ketemu orang lain yang ternyata lebih keren dan tiba-tiba kita suka ya gak  masalah. Hihihi... Suka aja tapii.... Dan gak perlu diungkapkan ke orangnya."

"Kalau gonta-ganti pacar gimana Ma?" Gubrak.. pertanyaan tak terduga lagi.

"Coba pesenin Mama teh botol lagi Kak, Mama kepedesan nih.. ."

"Kakak juga mau pesen minum lagi, tapi air mineral aja."

"Oh ya udah Mama juga. Air mineralnya pesen satu aja yang botol. Satu berdua. Gonta ganti pacar ya gak bagus lah. Berarti orang itu gak setia. Gak bisa dipegang janjinya. Atau bisa juga disebut gampangan."

"Terus kalau ada yang nembak gimana dong Ma?"

" Ya bilang aja bahwa Kakak gak mau pacaran. Kalau temenan mau, tapi pacaran gak mau, gitu."

"Bilang terima kasih boleh gak?"

"Boleh, bagus itu. Terima kasih kamu udah suka aku, tapi maaf aku gak mau pacaran, kita temenan aja. Gituu.. Eh emang siapa yang nembak Kakak?"

"Ih, Kakak cuma nanya kok."

"Kakak kelas ya?"

"Kebanyakan sih kakak kelas ya, tapi ada lho Ma anak SD yang nembak anak SMP."

"Cewek?"

"Anak SD-nya? Bukan, cowok."

"Kok bisa?"

"Iya waktu itu kan ada acara promosi gitu. Kita ke SD buat promosiin SMP, biar mereka SMP-nya pada ke DH lagi. Terus ya gitu deh, ada anak SD yang bilang suka. Udah gitu bilangnya teh lewat temennya.. hihi.. Lucu ya."

"Hahaha... berani-beraninya tuh anak SD. Terus, Kakak bilang apa?"

"Ih... bukan Kakak... temen Kakak."

Begitulah.... Obrolan kami tentang pacaran terus berlanjut sampai nasi liwetku dan mie kuahnya habis. Tetap diselingi pancingan-pancingan dan pertanyaan kejutan. Dan pertanyaan kejutan berikutnya adalah, "Papa sama Mama dulu pacaran?"

Eits... yang ini jawabannya hanya kuberikan pada anakku, gak kutulis di sini. Maaf ya Pembaca...... ;)

3 komentar:

  1. haha.. asyiikk.. ku copy paste jawaban mama-nya, in case one day salah satu the krucils nanya2 ttg pacaran.. *belum kebayang* :D

    BalasHapus
  2. Hihi... siap-siap aja... sebentar lagi (mulai kelas 5/6) udah mulai deh sms-an atau chatting sama someone special... dan kita yang terbengong2... oh anakku sudah gede ternyata :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha, iyaaa...
      dan kita-nya masih nggak sadar diri juga, kalo udah tua... :D

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...