Selasa, 07 Mei 2013

Ridwan Kamil, Ayah yang Hebat

Pada suatu Jumat sore di akhir Desember 2012 anak sulungku mengirim message via whatsapp messenger mengabarkan bahwa weekend ini dia gak pulang. Just fyi anakku ini tinggal di asrama dan biasa pulang seminggu sekali. Katanya, dia harus ikut olimpiade matematika dan lomba karya tulis biologi di Al Irsyad Satya Islamic School mewakili sekolah.

Setelahnya kutanya dia seputar lomba.

M: Gimana kak, menang gak lombanya?
K: Ya belum tau lah, kan tadi baru pengarahan. Kakak harus bikin penelitian dulu, terus dibikin karya tulis. Nanti dipresentasikan.
M: Oo.. gitu. Itu yang ngerjain Kakak sendiri atau kerja tim?
K: Tim, tapi cuma berdua.
M: Sama siapa? Temen sekelas?
K: Bukan, tapi anak kelas 8 juga.
M: Cuma pengarahan aja kok sampai sore Kak?
K: Iiih mama, kan sekalian olimpiade matik..
M: O iya lupa hihi.. Menang gak Kak?
K: Enggak hehehe....
M: Di Sekolah Al Irsyad itu kan mesjidnya bagus Kak, Kakak sholat di sana gak kemarin?


Sewaktu masih berkantor di Cimareme, di daerah Padalarang, aku pernah makan siang bersama teman-teman seseksi di komplek perumahan Kota Baru Parahyangan dan mampir sholat di Masjid Al Irsyad. Masjidnya sungguh bagus. Unik. Konon rancangan masjid Al-Irsyad mendapat penghargaan Top 5 Best Building of The Year 2010 oleh ArchDaily, dan menjadi satu dari 25 masjid terindah di dunia versi Complex Magazine.Tentu saja kami menyempatkan diri berfoto-foto di situ :)

K: Ya sholat lah, kan Kakak di sana sampai sore. Kata temen Kakak, "Eta Masjid bapa urang nu nyieun". Kan bapaknya arsitek terkenal Ma katanya.
M: O ya? Temen Kakak siapa? Dia anaknya Ridwan Kamil dong?
K: Eril, temen satu tim Kakak di lomba karya tulis. Kok Mama kenal sama bapaknya?
M: Heheh.. bukan kenal Kak, tapi tau. Kan dia emang ngetop.
K: Iya sih, suka ngisi acara di TV Bandung kan?

 Siapa yang gak kenal Ridwan Kamil? Arsitek terkenal dengan segudang prestasi. Karya-karyanya banyak mendapat penghargaan di dalam maupun luar negeri. Konsep arsitekturnya mengedepankan “green system”, responsif terhadap lingkungan dan nilai artistik. Melalui firma arsitektur  Urbane, karya Ridwan Kamil tersebar di berbagai daerah Indonesia dan mancanegara. Dari rumah pribadinya yang terbuat dari puluhan ribu botol bekas, masjid yang terbuat dari batako yang terbuat dari abu letusan gunung merapi, Museum Tsunami di Aceh, Sekolah anti gempa di Pangalengan, Rasuna Epicentrum, Marina Bay Waterfront Master Plan di Singapora, superblok di Cina, rancangan kawasan di Syria dll. 

M: Mau bikin tentang apa Kak karya tulisnya?
K: Belum tau Ma. Kayanya sih tentang pemanfaatan limbah kulit pisang.
M: Bikin penelitiannya di mana?
K: Di sekolah.
M: Minta dibimbing sama bapaknya Eril aja Kak, kan dia  itu ahli lingkungan, pasti tau banyak tentang pemnafaatan limbah.
K: Ih mana bisa. Pasti sibuk banget lah... Lagian Kakak nanti dibimbing sama guru biologi kok.

Sibuk. Itu pasti. Selain berkarya profesional di bidang arsitektur, pendidikan dan kewirausahaan Riwan Kamil mendirikan banyak komunitas sosial di masyarakat seperti Bandung Creative City Forum (BCCF), gerakan Indonesia Berkebun, Bandung Citizen Journal, Konsep One Village One Playground dll. Mengabdikan diri untuk sesama. Berbuat nyata untuk Bandung. Aku pernah memimpikan Bandung dipimpin oleh orang seperti Ridwan kamil ini. Dan mimpiku hampir menjadi nyata. Ternyata Riwan Kamil mencalonkan diri untuk menjadi walikota Bandung periode 2013-2018 bersama Oded M Danial dari PKS. Kota Bandung menjadi kota yang terhormat baik di Indonesia maupun luar negeri, mengembalikan kota Bandung menjadi nyaman, dan Bandung Juara, itu mimpinya.


 Minggu-minggu selanjutnya anakku beberapa kali ijin tidak pulang karena ada tugas mengerjakan proyek karya tulisnya itu di hari Sabtu-Minggu.

M: Lagi di mana Kak?
K: Masih di sekolah Ma, belum beres penelitiannya.
M: Oo.. gimana mie kulit pisangnya? Enak gak?
K: Kakak gak jadi bikin mie kulit pisang Ma. Gagal. Kemarin pas percobaan bikin tepung malah gak ada matahari, jadi tepungnya gagal.
M: Terus Kakak ganti bikin apa?
K: Bikin yogurt kulit pisang.
M: Enak gitu?
K: Ya ini lagi dicoba hehe....
M: Kakak sama siapa aja di sekolah?
K: Banyakan. Kan lagi pada ekskul.
M: Eril dateng gak Kak?
K: Dateng lah, kalo gak dateng masa kakak ngerjain sendiri?
M: Eh Eril kalau ke sekolah dianter siapa Kak? Sopir, atau mamanya?
K: Eril? Gak pernah dianter dia mah. Naik sepeda. Ke mana-mana juga pake sepeda aja.
M: Wah.. pake sepeda? Kereen...
K: Iya. Anaknya biasa aja kok, gak kaya anak orang kaya atau ngetop gitu.
M: Gak sombong maksudnya?
K: Iya. Baik banget malah. Temen kakak aja pernah nitip hape ke dia, terus dia lupa kebawa pulang hapenya. Eril mau tuh nganterin hapenya temen kakak ke rumahnya. Pake sepeda. Padahal udah malem.
M: Bagus itu Kak, bertanggung jawab. Pinter juga ya dia?
K: Mmm.. lumayan. Masih pinteran kakak dikit, hahaha..... Pinterlah, terutama Bahasa Inggris. Dia kan lahir di Amrik.
M: Udah punya pacar belum Kak?
K: Iiih... Mana Kakak tau? Mama kepo ih.
M: Hahahha....

Rupanya sebelum mengajarkan ke dunia luar, Ridwan Kamil terlebih dahulu menerapkan ajarannya di rumah, pada keluarganya. Dan semangat 'green living' Ridwan Kamil pun menurun ke anaknya. Jarak dari Cigadung ke Dago (dari rumah Eril ke sekolah) sebenarnya jarak yang sangat 'normal' untuk diantar naik mobil. Jaman sekarang, tinggal di kota besar, fasilitas pun ada. Tapi toh Eril memilih bersepeda ke sekolah. 

 Terlahir dari keluarga akademisi yang nyantri, Ridwan Kamil terdidik dengan baik. Nilai-nilai moral dan etika menjadi nilai utama yang diajarkan keluarganya. Dan kini nampaknya Ridwan Kamil pun berhasil mendidik anaknya dengan nilai-nilai moral dan etika. Ridwan kamil ternyata bukan hanya arsitek, dosen dan aktivis sosial  yang hebat, dia juga seorang ayah yang hebat.
Sungguh, sebagai sesama orang tua yang memiliki anak ABG, aku salut. Bukan perkara mudah mendidik anak ABG di jaman sekarang, di lingkungan yang serba praktis, permisif dan hedonis. Tapi Ridwan Kamil berhasil.

Mudah-mudahan impianku terwujud, memiliki Ridwan Kamil sebagai Wali Kota Bandung.










2 komentar:

  1. subhanallaah... semoga dapat menular ke Kota Bandung ya...

    BalasHapus
  2. Saya tuh sangat ingin Bandung dipimpin dan dibangun oleh orang yang punya niat baik. Jadinya setiap baca tulisan kayak begini, bawaannya ingin nangis ... hiks.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...