Jumat, 31 Mei 2013

Lasagna Bayam

Gambar Lasagna Quick Melt dari Kraft
Gara-gara lihat gambar Lasagna Qick Melt di kemasan Keju Kraft Quick Melt, aku jadi pengin bikin lasagna. Kepikiran terus.. tapi beberapa kali ke supermarket gak nemu lasagna pastanya. Udah hampir lupa sama lasagna, eh pas ke Superindo Dago nemu si lasagna sheet ini. Merknya Balducci, made in Australia. Ada halal authority-nya loh.. dari AFIC (Australian Federation of Islamic Council), mungkin semacam MUI di Indonesia kali yaa..

Dan hari Minggu kemarin kumasak si Lasagna ini, resepnya kebetulan ada di kemasannya, aku ngikut aja. Tapi berhubung nilai TOEFL-ku 700 ya aku terjemahin menurut versiku sendiri aja haha... 

Sebenernya gak terlalu sulit yaa.. Yang penting pas bikin sausnya dicicipin asin manisnya seperti biasa, sampai nemu rasa yang pas. Tapi dipanggangnya sebaiknya memakai pinggan tahan panas yang nanti akan dipakai untuk menghidangkan. Soalnya aku panggang pakai loyang, dan ketika sudah matang dan kupindahkan ke piring saji, bentuk lasagnaku jadi kacau... gak cantik berlapis-lapis lagii... hiks... Padahal sebelum dipindahkan dia cantik loh.. 
  


Yah sudahlah, pelajaran bagi pemula.
Yang penting rasanya enak, dan anak-anak suka. <~ kalimat penghibur setiap hasil masak gak maksimal :p 

Ini dia resepnya:


Bahan:

250 gram lasagna sheets,  rebus selama 7 menit atau sampai matang dengan air yang ditambah garam dan 2 sdm minyak
Saus daging: 
  • 400 gr daging cincang
  • 1 buah bawang bombay, iris halus
  • 3 siung bawang putih, cincang
  • 1 sdm mentega utk menumis
  • 1 buah paprika, potong dadu kecil
  • 1 ikat bayam, iris halus
  • 400 gr tomat, blender dengan segelas air
  • 2 sdt oregano
  • 2 sdt daun basil
  • garam, gula pasir, merica bubuk
Saus keju:
  • 4 sdm mentega
  • 4 sdm terigu
  • 500 ml susu cair
  • 100 gram keju cheddar parut
  • gula, merica bubuk, pala bubuk
 50 gram keju mozarella

 

Cara Membuat:

  1.  Saus daging. Panaskan mentega, tumis bawang bombay dan bawang putih sampai layu. Masukkan daging sampai berubah warna kecoklatan. Masukkan paprika dan tomat. Tambahkan bumbu. Masak sampai matang. Tambahkan bayam, aduk sebentar, angkat.
  2.  Saus keju. Panaskan mentega, tambahkan terigu. Aduk sampai tercampur rata, tambahkan susu sedikit demi sedikit. Aduk, tambahkan keju dan bahan lainnya. Masak sampai kental dan matang.
  3.  Olesi pinggan tahan panas dengan mentega. Bagi 3 pasta lasagna, bagi 3 saus daging, dan bagi 3 juga saus keju.
  4. Letakkan lembaran lasagna di dasar pinggan. Tuang 1/3 saus daging di atasnya. Ratakan. Tuang 1/3 saus keju, ratakan, tutup dengan lembaran lasagna. Ulangi lagi proses ini sampai lasagna dan saus habis. Taburi keju mozarella di atasnya.
  5. Panggang selama kurang lebih 30 menit.


 Agak ancur yaaa... tapi tetep enak kok... gak kalah sama yang di Pizz* H*t hihi....


Jumat, 24 Mei 2013

Bayiku Belajar Makan

Tanpa terasa Jindra sudah berumur 6 bulan, sudah waktunya belajar makan. Kemarin sudah kucoba memberi dia pisang kerok. Suapan pertama ekspresinya aneh, kaya mikir gituu.. tapi selanjutnya lancar, ditelan telan saja tuh, dan habis seperempat buah pisang cavendish ukuran sedang. Alhamdulillah.. Lumayan untuk pemula. Rencanaku seminggu ini biar makan pisang saja dulu, sehari satu kali saja. Minggu depan baru akan kucobakan bubur susu.

Walaupun anak keempat, tetep aja lupa gimana jadwal pemberian MPASI (Makanan Pendamping ASI) untuk bayi umur 6 bulan hehe... Hasil dari googling-googling aku dapat jadwal makan bayi yang tepat sesuai dengan usia bayi berdasarkan rekomendasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dari webnya Melinda Hospital:
  • 0 - 4 bulan
  • Pemberian ASI eksklusif
  • 4 - 6 bulan (bertahap)
  • Pukul 06.00 (bangun tidur) ASI
    Pukul 08.00 (makan pagi) Bubur susu
    Pukul 10.00 (camilan) Buah segar/ biskuit
    Pukul 12.00 (makan siang) ASI
    Pukul 14.00 (sebelum tidur siang) ASI
    Pukul 16.00 (camilan) Buah segar/ biskuit
    Pukul 18.00 (makan malam) Bubur susu
    Pukul 21.00 (sebelum tidur) ASI
  • 6 - 9 bulan (bertahap)
  • Pukul 06.00 (bangun tidur) ASI/PASI
    Pukul 08.00 (makan pagi) Nasi tim
    Pukul 10.00 (camilan) Buah segar/ biskuit
    Pukul 12.00 (makan siang) Nasi tim
    Pukul 14.00 (sebelum tidur siang) ASI/PASI
    Pukul 16.00 (camilan) Buah segar/ biskuit
    Pukul 18.00 (makan malam) Nasi tim
    Pukul 21.00 (sebelum tidur) ASI/PASI
  • 9 - 12 bulan (bertahap)
  • Pukul 06.00 (bangun tidur) ASI/PASI
    Pukul 08.00 (makan pagi) Makanan keluarga (peralihan dari nasi tim)
    Pukul 10.00 (camilan) Buah segar/ biskuit
    Pukul 12.00 (makan siang) Makanan keluarga (peralihan dari nasi tim)
    Pukul 14.00 (sebelum tidur siang) ASI/PASI
    Pukul 16.00 (camilan) Buah segar/ biskuit
    Pukul 18.00 (makan malam) Makanan keluarga (peralihan dari nasi tim)
    Pukul 21.00 (sebelum tidur) ASI/PASI
  • 12 bulan
  • Pukul 06.00 (bangun tidur) ASI/PASI
    Pukul 08.00 (makan pagi) Makanan keluarga
    Pukul 10.00 (camilan) Biskuit
    Pukul 12.00 (makan siang) Makanan keluarga
    Pukul 14.00 (sebelum tidur siang) -
    Pukul 16.00 (camilan) Biskuit
    Pukul 18.00 (makan malam) Makanan keluarga
    Pukul 21.00 (sebelum tidur) ASI/PASI
Tapi kayanya rekomendasi IDAI ini versi jadul yaa... soalnya di jadwal ini bayi mulai diberi MPASI sejak usia 4 bulan. Kalau versi sekarang kan usia 6 bulan baru dikenalkan dengan MPASI. Oke deh tinggal disesuaikan.

Dan ini ada tabel dari Sari Husada dengan judul Jadwal Pemberian Makan Si Buah Hati.




Dan yang aku ikuti yang berikut ini, walau sumbernya jadul juga :) dari Edaran Depkes tahun 1980-1990-an.  Aku copas dari tumbuhkembang.net .
 

Ini penjelasannya:

Pemberian makanan tambahan HARUS dimulai dengan buah yang dilumatkan. Kenapa? karena usus bayi ketika dilahirkan belumlah sempurna, karena beberapa bulan pertama kehidupannya adalah masa pematangan usus. Itu sebabnya dia hanya boleh diberi ASI, sebab memang ususnya baru bisa mencerna ASI saja. bahaya sekali memberi makanan lain pada bayi usia di bawah 4 bulan.
Tapi setelah itu, ususnya sudah siap diperkenalkan dengan buah. Kenapa harus buah, sebab buah adalah makanan yang paling mudah dicerna oleh usus, hanyaperlu waktu 15-30 menit sudah selesai dicerna oleh lambung dan langsung turun ke usus halus untuk diserap ke dalam darah.
Agak bahaya kalau setelah ASI eksklusif makanan tambahan yang diberli adalah langsung bubur susu (Cerelac dkk), sebab usus bayi sebetulnya belum siap mencerna karbohidrat.

Nah... mau pilih yang mana? Monggo dipilih..dipilih :)

Eh ya, ada satu lagi, ini menu sebulan buat bayi, dari Nutrikidz Catering Bubur Bayi dan Balita biar gak bingung nyusun menu, yaa buat tambah-tambah inspirasi kalau kehabisan ide. Atau mau pesen catering aja? Kalo males bikin sendiri......... :))

Selasa, 21 Mei 2013

Cake Pisang Sederhana

Bikin cake pisang lagii..... Alesannya sederhana, punya pisang yang kematengan, dibuang sayang. Kali ini judulnya Cake Pisang Sederhana, karena sederhana cara bikinnya, tapi istimewa rasanya. Tinggal campur-campur semua bahan, panggang, dan jadi. Jauh lebih mudah dari resep yang kucoba sebelumnya. Beneran enak loh... Resep ini udah pas banget deh. Pas bagi pemula sepertiku. Dengan cara yang mudah menghasilkan sesuatu yang enak..



Resepnya kudapat dari blognya Kak Azlita Masam Manis. Melihat cara membuatnya yang simple banget, aku langsung jatuh cinta, dan mencobanya. Tapii... aku salah loyang. Aku pikir cukup pakai loyang loaf yang kupunya, karena adonannya tidak terlalu banyak dan kupikir kuenya gak akan terlalu mengembang karena cuma dikocok campur-campur begitu saja. Ternyataaa.. kuenya mengembang terus.. dan jadi agak lama matengnya karena terlalu tebal. Beberapa kali kulakukan tes tusuk, kueku belum matang juga. Alhasil bagian luarnya nampak agak terlalu coklat (mau nyebut gosong gak tega hihi..) dan kuenya tinggii... sekilas seperti roti tawar hihi.... Ah yang penting rasanya mantaap.. Lain kali kalau bikin kue ini aku akan pake loyang tulban 20 cm biar pas :)

Bahan-bahan :

  • 150 gram pisang haluskan 
  • 180 gram tepung terigu 
  •  150 gram gula pasir  -> resep asli 180 gram
  • 3 butir telur 
  • 120 gram minyak goreng -> aku pakai 120 gr mentega yg dilelehkan 
  • 1 sdt cake emulsifier
  • 1 sdt teh baking soda 
  • 1 sdt baking powder
  • 2 sdm susu bubuk -> resep aslinya gak pake
  • 1/2 sdt garam -> kalau sudah pake mentega yg salted gak perlu garam 
  • keju / kismis / almond sebagai taburan -> tambahanku sendiri 

Cara Membuat:

  1. Panaskan oven pada suhu 170 C, olesi loyang dengan margarin dan taburi sedikit terigu.
  2.  Masukkan semua bahan di mangkuk , kocok dengan mixer sampai kental dan mengembang.
  3.  Tuangkan ke loyang, taburi keju / kismis / almond dan oven selama +/- 45 menit.

Senin, 20 Mei 2013

Siomay Ayam Udang


Anak-anak suka banget makan dimsum, terutama hakau, tapi mau bikin hakau ragu-ragu, kayanya susah deh bikin kulitnya, dan gak tau tepung tangmien-nya beli di mana hihi... dasar males ya.. Ya sudah deh bikin yang gampang-gampang saja, yang kulitnya pun tinggal beli jadi. Yang penting enak :D

Resepnya dari Chef Yudha Bustara yang ngisi acara Urban Cook di Kompas TV. Kebetulan pas edisi dimsum aku gak nonton, tapi resepnya ada di Facebooknya Urban Cook. Kulihat sekilas resepnya dan aku yakin aku harus bikin dua resep, lha wong rakyatnya banyak hihi...

Dan hasilnya bener-bener enak loh... beda banget sama siomaynya Abang-abang yang lewat hihi... Ya iyyalah.. siomay ini mah ayam dan udang semua.. Kalo di Abang-abang kan aci semua :). Aku suka teksturnya yang crunchy itu.... nyam nyam.....

Bahan-bahan:
• 125g daging ayam cincang
• 125g udang kupas dan dicincang
• 1 daun bawang, cincang halus
• 1 sdm jahe parut segar -> aku pake 1 sdt
• 1 sdm soy sauce/ kecap asin
• 1 sdm arak Cina, jika suka -> aku gak pake
• 1 sdt minyak wijen
• 2 sdt tepung jagung /maizena
• garam dan lada hitam -> aku tambah 1/2 sdt gula pasir
• kulit pangsit
• minyak untuk mengoles





Cara Membuat:
1. Campur semua bahan dalam mangkuk dan aduk rata.
2. Lalu bungkus membentuk somay dengan kulit pangsit.
3. Lapiskan steamer/pengkukus dengan kertas roti lalu olesi dengan minyak agar siomay tidak lengket.
Aku ngukusnya pakai cetakan bolu kukus yang kuolesi minyak, maksudnya agak si siomay tetap berdiri, gak bubrah kulitnya.
4. Kukus selama 6 – 8 menit atau sampai matang.
5. Untuk saus, campurkan 1 sdm saus sambal 2 sdm kecap asin.
6. Sajikan dengan saus.

Chiffon Cake Ketan Hitam

Memenuhi janji kepada suamiku, Sabtu kemarin aku bikin cake ketan hitam 'yang seperti beli di toko' setelah sebelumnya bikin Bolu Ketan Hitam Kukus diprotes karena kurang berasa ketan hitamnya dan teksturnya terlalu padat. Yang biasa kubeli memang chiffon cake yang bertekstur ringan, lembut, dan terasa kres kres ketan hitamnya.

Aku nyoba resepnya Mbak Ruri setelah sebelumnya baca-baca tentang chiffon cake. Hmm... ternyata bikin chiffon cake itu gampang-gampang susah kayanya. Kegagalan chiffon cake biasanya adalah kempesnya kue setelah dikeluarkan dari oven. Ah, jadi inget kegagalan Cake Puding Karamelku... Dan ternyata trik agar kue tidak kempes setelah dikeluarkan dari oven adalah kue langsung dibalik (dijungkirkan) di botol sampai dingin dan nanti terlepas sendiri dari loyang atau dilepas dengan pisau tipis yang diselipkan di antara kue dan loyang diputar sekeliling loyang. Atau pakai loyang khusus chiffon yang ada kakinya.

Hal lain yang harus diperhatikan ketika membuat chiffon cake adalah loyang tidak boleh diolesi mentega. Biarkan saja kering. Loyang yang diolesi mentega konon akan licin dan membuat kue jadi susah 'memanjat' naik. 

Okey deh, setelah belajar singkat, kucoba resep Chiffon Ketan Item dari Kueh Ruri. Kupisahkan dulu telur putih dan kuningnya. Ups... kuningnya tercampur sedikit di bagian putih. Ah gak papa, pikirku. Kukocok putih telur dan gula dengan kecepatan tinggi. Kok gak kaku ya? Biasanya kan putih telur kalau dikocok akan kaku. Tapi ah biarlah, toh di resepnya gak ditulis sampai kaku. Kucampurkan adonan ketan, aduk sebentar pake spatula, trus kupanggang. Dan hasilnyaa.... gak seperti chiffon cake! Huaa... malah mirip brownies Primarasa :). Kering di luar dan lembut di dalam. Enak sih... dan langsung ludes. Tapii... gak sesuai rencana. Penasaraaaan.... Akhirnya kucoba lagi bikin si chiffon ini (dari pada gak bisa tidur mikirin Chiffon Cake hihi...).

Pada percobaan kedua ini aku lebih berhati-hati. Gak ada kuning telur yang tercampur di putihnya. Dikocok sampai kaku, dan adonan ketan hitamnya dicampur sampai benar-benar rata. Aku pakai mikser kecepatan rendah, gak pake spatula. Dan alhamdulillah hasilnya sesuai harapan. Kue mengembang rata, gak kempes, dan teksturnya 'seperti yang dibeli di toko'. Yeay!

Chiffon Cake Ketan Hitam ini lebih enak dinikmati dingin. Simpan di kulkas, dan rasa kres kres ketannya lebih mantap. Tapiiii.. aku kok tetep lebih suka cake ketan hitam yang ala brownies, hahaha.....

Eits, hampir lupa. Ini dia resepnya:

Bahan: 

200 ml putih telur ~> aku pakai 5 butir
150 gr gula pasir
1/2 sdt garam
5 butir kuning telur
100 ml santan kental
75 ml minyak sayur
150 gr tepung ketan hitam

Cara Membuat:
  1. Masukkan tepung ketan hitam kedalam wadah, tuang kuning telur, minyak sayur dan santan. Aduk  sampai menjadi adonan yang kental, pastikan tepungnya larut semua.Sisihkan.
  2. Campur putih telur, gula pasir dan garam. Kocok dengan kecepatan tinggi sampai kaku.
  3. Campur adonan putih telur ke dalam adonan tepung, aduk pakai spatula sampai tercampur rata.
  4. Tuang ke loyang chiffon yang tidak dioles sama sekali, bagian dasarnya boleh dialasi kertas roti.
  5. Panggang dalam oven suhu 180° C selama ± 50 menit.
  6. Setelah matang, keluarkan dari oven, langsung balikkan loyang sampai dingin, baru keluarkan chiffonnya.

Kamis, 16 Mei 2013

Ketika Pemula Ingin Naik Kasta

Sebagai 'tukang masak' pemula, sekali-sekali pengin juga nyoba bikin kue yang berpenampilan cantik, walaupun bikinnya agak rumit (belum berani nyoba yang rumit beneran... selain takut gagal, alat-alatnya pun gak kupunya :)). Selama ini kue yang kubikin hanyalah kue yang cara bikinnya cuma aduk-aduk, campur-campur, cemplung-cemplung, masak, jadi.

Aku lihat di blognya Mbak Hesti (salah satu blog yang aku follow, kue-kue dan masakan di sini gak cuma terlihat yummy, tapi cantik dan fotonya pun bagus-bagus ) ada resep kue yang agak rumit tadi. Katanya sih cara bikinnya gampang. Gampangnya dia dan aku tentu beda yaaa :)) Akhirnya kuberanikan diri mencoba bikin Cake Puding Karamel. Selain tergiur sama cantiknya kue ini, tergiur pula dengan cara membuatnya yang katanya sama sekali gak susah. 

 
Aku timbang bahan-bahannya dengan tepat, aku ikutin cara-caranya step by step,  sambil berdoa mudah-mudahan kuenya gak gagal...
Lihat nih... adonannya aja cantik kan? Sampai di sini aku masih happy.



Sambil menunggu kue mateng, beberapa kali aku intip oven, takut kue gagal. Aha.. ngembang dengan bagus, alhamdulillah gak bantat. Tapi lho lho.. kok naik terus... waduh, takut meluber deh. Dag dig dug... dag dig dug... Ketika kue akhirnya 'nyundul' sisi atas oven, kubuka saja ovenku, dan kulakukan tes tusuk. Ah, ternyata kueku sudah matang. *lapkeringet

Tapiiii... gak lama kemudian kueku yang sangat mengembang itu menciut perlahan, sampai akhirnya permukaannya rata dengan tinggi loyang, dan kuenya jadi peot hihi... Gak tau deh kenapa. Harus banyak belajar lagi deh pastinya.

Dan inilah hasilnya... Jauuuh deh dibanding penampakan di resepnya Mbak Hesti, tapi rasanya enak kok... Ntar kapan-kapan nyoba lagi ah!

 

Rabu, 15 Mei 2013

Roti Gambang / Kue Bangket


Suamiku suka banget sama penganan tradisional yang satu ini. Roti Gambang, atau kalau di Bandung namanya Kue Bangket. Di Magelang namanya Ganjeril :)
Berhubung suami dan anak-anak suka beli, jadi penasaran pengin bikin sendiri. Hasil googling-googling ketemu sama resep Roti Gambang di sini. Udah kucoba dan hasilnya enaak.... Baru diuleni aja anak-anak sudah tergoda pengin mencicipi, wanginya itu loh....


 BAHAN-BAHAN:
250 g gula merah, sisir
175 ml air
375 g tepung terigu berprotein sedang
125 tepung roti
25 g susu bubuk
1/4 sdt garam
1 sdt soda kue
2 sdt baking powder
2 sdt kayu manis bubuk
1/4 sdt vanili bubuk
2 kuning telur ayam
150 g margarin
3 sdm air, untuk olesan
3 sdm  wijen putih untuk taburan

CARA MEMBUAT:


1. Rebus gula merah bersama air hingga gula larut dan air mendidih. Angkat, dinginkan. Sisihkan.
2. Campur tepung terigu, tepung roti, susu bubuk, garam, soda kue, baking powder, kayu manis, vanili, dan kuning telur, aduk rata. Masukkan air gula, uleni hingga tercampur rata.
3. Masukkan margarin, uleni kembali hingga rata. Bulatkan adonan, tutup dengan plastik. Diamkan selama 30 menit di suhu ruang hingga adonan agak kering dan mudah dibentuk.
4. Buka plastik. Timbang adonan @ seberat 75 g, pipihkan, gulung memanjang, bentuk bulat lonjong. Atur adonan di atas loyang datar bersemir margarin, beri jarak di antaranya. Olesi permukaan roti dengan air, taburi wijen.
5. Panggang dalam oven panas bersuhu 150 derajat Celcius selama 30 menit hingga matang. Angkat. Sajikan.

Untuk 12-15 buah.

Selasa, 07 Mei 2013

Pumpkin Cake

Sisa labu kuning dari Teh Siti yang kubikin kue mangkuk masih lumayan banyak. Terinspirasi dari resep Carrot Cake di kemasan Nestle Carnation, aku coba bikin Pumpkin Cake, mumpung oven sudah 'turun gunung' abis bikin Pizza.
Hasilnya lumayan enak,cakenya padat tapi lembut, dan wangi cinnamonnya yang khas bikin kue ini makin enyak....


Bahan-bahan

4 butir telur
200 gram gula pasir
1 sdt garam
2 sdt emulsifier
250 gram tepung terigu protein sedang
1 sdt baking soda
1 sdt baking powder
1 sdm bubuk kayumanis
400 gram labu kuning, parut halus
150 gram mentega, cairkan
50 ml susu kental manis

 

Cara Membuat

  1. Kocok telur, gula, garam, emulsifier hingga kental dan meninggalkan jejak.
  2. Ayak bahan kering, kemudian masukan kedalam adonan dengan kecepatan rendah hingga tercampur rata.
  3. Masukkan labu kuning, aduk rata dengan spatula.
  4. Masukan mentega cair dan susu kental manis ke dalam adonan hingga tercampur rata.
  5. Tuangkan kedalam loyang bulat 20-22 m yang telah dialasi kertas. Panggang selama 45 menit, lakukan tes tusuk sebelum diangkat. Pastikan tidak ada lagi adonan yang menempel di tusukan.

Ridwan Kamil, Ayah yang Hebat

Pada suatu Jumat sore di akhir Desember 2012 anak sulungku mengirim message via whatsapp messenger mengabarkan bahwa weekend ini dia gak pulang. Just fyi anakku ini tinggal di asrama dan biasa pulang seminggu sekali. Katanya, dia harus ikut olimpiade matematika dan lomba karya tulis biologi di Al Irsyad Satya Islamic School mewakili sekolah.

Setelahnya kutanya dia seputar lomba.

M: Gimana kak, menang gak lombanya?
K: Ya belum tau lah, kan tadi baru pengarahan. Kakak harus bikin penelitian dulu, terus dibikin karya tulis. Nanti dipresentasikan.
M: Oo.. gitu. Itu yang ngerjain Kakak sendiri atau kerja tim?
K: Tim, tapi cuma berdua.
M: Sama siapa? Temen sekelas?
K: Bukan, tapi anak kelas 8 juga.
M: Cuma pengarahan aja kok sampai sore Kak?
K: Iiih mama, kan sekalian olimpiade matik..
M: O iya lupa hihi.. Menang gak Kak?
K: Enggak hehehe....
M: Di Sekolah Al Irsyad itu kan mesjidnya bagus Kak, Kakak sholat di sana gak kemarin?


Sewaktu masih berkantor di Cimareme, di daerah Padalarang, aku pernah makan siang bersama teman-teman seseksi di komplek perumahan Kota Baru Parahyangan dan mampir sholat di Masjid Al Irsyad. Masjidnya sungguh bagus. Unik. Konon rancangan masjid Al-Irsyad mendapat penghargaan Top 5 Best Building of The Year 2010 oleh ArchDaily, dan menjadi satu dari 25 masjid terindah di dunia versi Complex Magazine.Tentu saja kami menyempatkan diri berfoto-foto di situ :)

K: Ya sholat lah, kan Kakak di sana sampai sore. Kata temen Kakak, "Eta Masjid bapa urang nu nyieun". Kan bapaknya arsitek terkenal Ma katanya.
M: O ya? Temen Kakak siapa? Dia anaknya Ridwan Kamil dong?
K: Eril, temen satu tim Kakak di lomba karya tulis. Kok Mama kenal sama bapaknya?
M: Heheh.. bukan kenal Kak, tapi tau. Kan dia emang ngetop.
K: Iya sih, suka ngisi acara di TV Bandung kan?

 Siapa yang gak kenal Ridwan Kamil? Arsitek terkenal dengan segudang prestasi. Karya-karyanya banyak mendapat penghargaan di dalam maupun luar negeri. Konsep arsitekturnya mengedepankan “green system”, responsif terhadap lingkungan dan nilai artistik. Melalui firma arsitektur  Urbane, karya Ridwan Kamil tersebar di berbagai daerah Indonesia dan mancanegara. Dari rumah pribadinya yang terbuat dari puluhan ribu botol bekas, masjid yang terbuat dari batako yang terbuat dari abu letusan gunung merapi, Museum Tsunami di Aceh, Sekolah anti gempa di Pangalengan, Rasuna Epicentrum, Marina Bay Waterfront Master Plan di Singapora, superblok di Cina, rancangan kawasan di Syria dll. 

M: Mau bikin tentang apa Kak karya tulisnya?
K: Belum tau Ma. Kayanya sih tentang pemanfaatan limbah kulit pisang.
M: Bikin penelitiannya di mana?
K: Di sekolah.
M: Minta dibimbing sama bapaknya Eril aja Kak, kan dia  itu ahli lingkungan, pasti tau banyak tentang pemnafaatan limbah.
K: Ih mana bisa. Pasti sibuk banget lah... Lagian Kakak nanti dibimbing sama guru biologi kok.

Sibuk. Itu pasti. Selain berkarya profesional di bidang arsitektur, pendidikan dan kewirausahaan Riwan Kamil mendirikan banyak komunitas sosial di masyarakat seperti Bandung Creative City Forum (BCCF), gerakan Indonesia Berkebun, Bandung Citizen Journal, Konsep One Village One Playground dll. Mengabdikan diri untuk sesama. Berbuat nyata untuk Bandung. Aku pernah memimpikan Bandung dipimpin oleh orang seperti Ridwan kamil ini. Dan mimpiku hampir menjadi nyata. Ternyata Riwan Kamil mencalonkan diri untuk menjadi walikota Bandung periode 2013-2018 bersama Oded M Danial dari PKS. Kota Bandung menjadi kota yang terhormat baik di Indonesia maupun luar negeri, mengembalikan kota Bandung menjadi nyaman, dan Bandung Juara, itu mimpinya.


 Minggu-minggu selanjutnya anakku beberapa kali ijin tidak pulang karena ada tugas mengerjakan proyek karya tulisnya itu di hari Sabtu-Minggu.

M: Lagi di mana Kak?
K: Masih di sekolah Ma, belum beres penelitiannya.
M: Oo.. gimana mie kulit pisangnya? Enak gak?
K: Kakak gak jadi bikin mie kulit pisang Ma. Gagal. Kemarin pas percobaan bikin tepung malah gak ada matahari, jadi tepungnya gagal.
M: Terus Kakak ganti bikin apa?
K: Bikin yogurt kulit pisang.
M: Enak gitu?
K: Ya ini lagi dicoba hehe....
M: Kakak sama siapa aja di sekolah?
K: Banyakan. Kan lagi pada ekskul.
M: Eril dateng gak Kak?
K: Dateng lah, kalo gak dateng masa kakak ngerjain sendiri?
M: Eh Eril kalau ke sekolah dianter siapa Kak? Sopir, atau mamanya?
K: Eril? Gak pernah dianter dia mah. Naik sepeda. Ke mana-mana juga pake sepeda aja.
M: Wah.. pake sepeda? Kereen...
K: Iya. Anaknya biasa aja kok, gak kaya anak orang kaya atau ngetop gitu.
M: Gak sombong maksudnya?
K: Iya. Baik banget malah. Temen kakak aja pernah nitip hape ke dia, terus dia lupa kebawa pulang hapenya. Eril mau tuh nganterin hapenya temen kakak ke rumahnya. Pake sepeda. Padahal udah malem.
M: Bagus itu Kak, bertanggung jawab. Pinter juga ya dia?
K: Mmm.. lumayan. Masih pinteran kakak dikit, hahaha..... Pinterlah, terutama Bahasa Inggris. Dia kan lahir di Amrik.
M: Udah punya pacar belum Kak?
K: Iiih... Mana Kakak tau? Mama kepo ih.
M: Hahahha....

Rupanya sebelum mengajarkan ke dunia luar, Ridwan Kamil terlebih dahulu menerapkan ajarannya di rumah, pada keluarganya. Dan semangat 'green living' Ridwan Kamil pun menurun ke anaknya. Jarak dari Cigadung ke Dago (dari rumah Eril ke sekolah) sebenarnya jarak yang sangat 'normal' untuk diantar naik mobil. Jaman sekarang, tinggal di kota besar, fasilitas pun ada. Tapi toh Eril memilih bersepeda ke sekolah. 

 Terlahir dari keluarga akademisi yang nyantri, Ridwan Kamil terdidik dengan baik. Nilai-nilai moral dan etika menjadi nilai utama yang diajarkan keluarganya. Dan kini nampaknya Ridwan Kamil pun berhasil mendidik anaknya dengan nilai-nilai moral dan etika. Ridwan kamil ternyata bukan hanya arsitek, dosen dan aktivis sosial  yang hebat, dia juga seorang ayah yang hebat.
Sungguh, sebagai sesama orang tua yang memiliki anak ABG, aku salut. Bukan perkara mudah mendidik anak ABG di jaman sekarang, di lingkungan yang serba praktis, permisif dan hedonis. Tapi Ridwan Kamil berhasil.

Mudah-mudahan impianku terwujud, memiliki Ridwan Kamil sebagai Wali Kota Bandung.










Senin, 06 Mei 2013

Resep Pizza

Bikin pizza lagi buat anakku yang mau UN. Seperti biasa dia yang menguleni adonannya. Entah kenapa anakku ini suka banget menguleni adonan pizza, berasa main lempung kali yaa hehe...
Anakku ini doyan banget pizza. Setiap pulang les dia beli pizza. Akhirnya kuputuskan untuk mencoba membuat pizza sendiri. Ternyata gampang. Dan enak! Resepnya aku dapat dari Anisah, temanku yang tinggal di Melbourne. Dia bilang, "Iki resepe seko koncoku Londo Ostrali. Mamae koncone anakku. Coba wae, gampang. Top markotop pokoke."

Resep dari Anisah menggunakan tepung semolina/ chickpea sebagai campuran terigu. Semolina ini membuat pizza jadi makin enak dan bertekstur, gak plain kaya donat. Tapi agak susah mendapatkan tepung semolina ini, jadi bisa diganti aja dengan tepung terigu. Aku kebetulan dapet tepung semolina ini dari toko Yogya di Riau Junction.





Bahan dan cara membuat dough:
  • 2 sdt dried yeast ~> aku pake 1 bungkus fermipan
  • 1/2 sdt garam ~> aku pake 1 sdt
  • 1 sdt gula pasir ~> aku pake 1 sdm 
  • 2 sdm olive oil
  • 350ml air hangat
Semua diaduk sampai muncul gelembung kecil. Aku diamkan sekitar 10 menit.

Masukkan 500gr tepung terigu protein tinggi dan 100gr tepung semolina (chickpea).  Diuleni sampai kalis, diamkan 1 jam.

Topping :
  • 6 sdm saus  bolognese
  • 200 gr keju mozarella
  • saus tomat
  • keju cheddar, keju permesan (ini tips dari Anisah, agar rasanya makin woow)
  • bawang bombay, mushroom, sosis, nanas, capsicum, tomat,  etc sesuai selera, atau sesuai persediaan yang ada di kulkas :)




Kempeskan adonan dough, bagi dua. Ratakan di loyang, olesi saus, taburi keju dan aneka topping.

Resep ini bisa menjadi 2 pizza family size kata Anisah. Kubuat menjadi 2 loyang ukuran 22 cm. Dan kubuat kotak aja sesuai loyangnya, gak bulet seperti pizza asli hehe...


Panggang selama 20 menit.

UN-nya Anakku


Setuju atau tidak setuju, suka tidak suka, UN tetap harus diikuti. Walaupun menuai kontroversi toh UN jalan terus. Kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh ujian nasional (UN) memiliki tujuan lain yang jauh lebih penting dibandingkan persoalan kelulusan semata.UN mampu menjadi alat pembangun karakter siswa yakni melatih kejujuran.

Sebenarnya bagus ya, melatih kejujuran. Tapi pada kenyataannya UN justru menjadi ajang pelanggaran nilai-nilai kejujuran. Pelakunya mulai dari oknum Kepala Sekolah, guru, penyelenggara Bimbel, sampai kepada orang tua siswa itu sendiri. Cerita tentang kebocoran soal, beredarnya kunci jawaban, hingga guru membantu menjawab soal, mewarnai penyelenggaraan UN. Demi prestise sekolah, demi larisnya Bimbel, demi bisa masuk ke sekolah 'bagus' dan entah alasan apa lagi yang membuat mereka berlaku tidak jujur. Selain itu, pihak yang tidak setuju UN mengatakan UN menyebabkan anak-anak menjadi stress.

Hari ini giliran anak keduaku yang ikut Ujian Nasional. Stress? Alhamdulillah tidak sama sekali. Malah terlihat sangat santai. Seharian kemarin kulihat dia malah nyetel radio dan nonton TV, karena memang kularang dia main di luar dan main game PS dalam 3 hari ini. "Belajar atuh A, jangan nonton TV terus." Dia pun ke atas dan masuk ke kamarnya. Sejam gak ada suara. Kok tumben? Biasanya anakku ini gak betah diam di kamar. Kulihat ke kamarnya dan ternyataa... dia tidur dengan pulasnya. #tepokjidat

Sudah kubikin jadwal agar dia mau belajar pagi 2 jam dan sore 2 jam. Tapi pagi-pagi baru 30 menit masuk kamar dia sudah turun lagi. Buka-buka kulkas. "Bikin pizza dong Ma", katanya. Bikin pizza itu berarti dia yang bikin karena memang dia hobi masak. Setelah selesai menguleni adonan, kusuruh belajar. Seperempat jam kemudian turun lagi. Ambil minum. Godain adiknya. Nyetel TV. Dimatiin lagi. Tidur-tiduran di lantai. Ada saja alasannya kalau disuruh belajar. Mau makan lah, mau mandi lah, dan mandinya pun sengaja ditunda-tunda. Mungkin ada sekitar 2 jam dia memakai alasan mau mandi itu. Hadeuuuh...

Ya sudahlah, daripada malah stress karena dipaksa akhirnya kubebaskan dia, tapi kuingatkan untuk berhati-hati dan teliti dalam menjawab soal besok. Apa pun hasilnya, ya itulah kemampuan anakku. Waktu melakukan home visit wali kelas anakku bertanya apa targetku dalam UN. Aku bilang aku gak terlalu mementingkan angka hasil UN, yang penting anakku mengerti apa yang dipelajarinya, dan enjoy mengikuti pelajaran di sekolah. Wali kelas pun sepakat, karena sekolah mementingkan proses, bukan hasil. Yang penting anak-anak jujur.

Kalau orang tua yang lain mungkin ada yang sampai bikin resume pelajaran, cuti kerja untuk mendampingi belajar dan melatihkan soal-soal, aku mengingatkan dia untuk belajar pun rasanya sudah cukup. Suamiku menguji dia dengan soal-soal latihan UN yang ada di buku, dan dia bisa semua. Cuma 10 soal sih. Entah karena anakku memang sudah menguasai materi, atau karena soal itu sudah dia baca sebelumnya. Sudahlah, aku percaya saja dengan kesiapan anakku. Sebagai orang tua, aku hanya bisa memberikan dukungan moral dan doa.

Kamis, 02 Mei 2013

Cake Kukus Pisang Keju Coklat

Masih edisi "males nurunin oven dari atas lemari", ya bikin kue yang dikukus lagi. Kebetulan punya sisa 2 buah pisang cavendis yang kematengan. Makin mateng sebenernya makin enak, makin manis. Tapi kalau dimakan langsung, pisang yang kematengan itu gak menerbitkan selera banget. Benyek. Ya sudah, karena benyek dibejek aja sekalian hihi..

Penambahan keju dan cokelat di sini terinspirasi dari pisang bakar yang dijual di tukang jualan keliling, yang lezat banget karena pake topping susu kental manis , taburan keju parut dan meses. Di cake pisang ini semuanya dicampur. Pisang, coklat, dan keju. Hasilnya? Lezat! Gak percaya? Coba aja..
























Bahan:  - 200 gram tepung terigu protein rendah
- 1 sendok teh baking powder (aku gak pake)
- 1/4 sendok teh garam
- 4 butir telur
- 175 gram gula pasir
- 1 sendok teh SP/Ovalet (aku gak pake)
- 200 gram pisang ambon/cavendish/raja/emas, lumatkan 

- 150 gram mentega, cairkan
- 100 gram keju parut
- 75 gram meses (aku ganti dengan 1 1/2 sendok teh coklat bubuk)


Cara membuat: 
  1. Ayak tepung terigu, garam dan baking powder.
  2. Cairkan mentega. Masukkan lumatan pisang. Aduk rata.
  3. Kocok telur dag gula sampai mengembang dan berwarna putih.
  4. Masukkan campuran terigu dan pisang secara bergantian. Aduk rata.
  5. Ambil 1/3 bagian, campurkan cokelat bubuk.
  6. Masukkan parutan keju ke dalam sisa adonan. Aduk.
  7. Tuang ke dalam loyang yang sudah diolesi mentega. Tuang adonan cokelat di atasnya, atau berselang seling seperti membuat zebra cake.
  8. Kukus 25 menit.  


Bolu Ketan Hitam Kukus

Makanan berbahan dasar ketan hitam adalah favorit suamiku. Tape ketan hitam, bubur ketan hitam, gemblong, kue bugis, ladu, sponge cake dll asal berbahan ketan hitam dia suka. Jadi kalau di supermarket aku lihat tepung ketan hitam aku masukin ke keranjang aja meskipun belum tau mau dibikin apa, hehe.... Kali ini sebenarnya aku pengin bikin sponge cake ketan hitam, tapi berhubung males nurunin oven dari atas lemari ya sudah jadinya kue kukus lagi :))

Resepnya kudapat dari Sajian Sedap dengan menghilangkan beberapa bahan tambahan yang kurasa gak perlu. Hasilnya enaak.. legit! Tentu saja, kelebihan ketan hitam adalah kelegitannya ini. Tekstur kuenya padat, lebih mirip brownies dari pada bolu. Tapi mau kuberi judul brownies ketan hitam kok rasanya kurang pas juga. Brownies kok gak pake coklat :D

Tapii... kata suamiku kurang berasa ketan item, terlalu lembut, gak kaya yang biasa kubeli di toko kue.  Hihi... Maksud suamiku kue yang biasa kubeli memang lebih bertekstur, jadi kerasa ketan item banget. Ya iyalah Pa, ini kan dikukus. Oke deh lain kali bikin yang dipanggang.
























Bahan:
6 butir telur ayam
250 gram gula pasir halus
1/4 sendok teh garam
1 sendok teh emulsifier (sp/tbm) ~> aku skip
250 gram tepung ketan hitam
1 sendok teh baking powder ~> aku skip
1/2 sendok teh vanili bubuk ~> optional
200 gram margarin dilelehkan
2 sendok makan susu kental manis putih


Cara membuat:
1. Kocok telur, gula pasir halus, garam, dan emulsifier sampai mengembang.
2. Tambahkan tepung ketan hitam, baking powder, dan vanili bubuk sambil diayak dan diaduk rata.
3. Masukkan margarin leleh dan susu kental manis putih sedikit-sedikit sambil diaduk perlahan.
4. Tuang di loyang yang dioles margarin.
5. Kukus 25 menit sampai matang.

Rabu, 01 Mei 2013

May Day

May Day...  May  Day... Hari Buruh Sedunia = Hari Demo Buruh di Indonesia. Demo di mana-mana, macet di mana-mana. Tadi siang kudengar dari radio mereka (yang berdemo itu) beralasan  sekali-sekali gak papa bikin macet Bandung. What? Sekali-sekali? Gak sadarkah mereka kalau Bandung tiap hari udah macet? Hadeuuuh.....

Jadi ingat waktu masih berkantor di Cimareme. Sebelah kantorku adalah pabrik obat tetes mata. Setiap may day pasti ratusan motor ramai menderung-derung di depan pabrik, dan puluhan lainnya merangsek masuk. Mereka menjemput paksa para buruh di pabrik obat ini. Dari lantai 2 kantorku kuamati, terlihat jelas mereka sebenarnya terpaksa ikut demo. Demi solidaritas, atau takut barangkali.

Kenaikan UMR. Kenapa selalu ini yang dituntut ya? Penting banget gitu? (Uups... bisa didemo para buruh nih aku. Jangan salah, aku buruh juga kok.. buruh negara. ) Bukankah lebih penting nuntut turunkan harga sembako, misalnya, atau nuntut perbaiki infrastruktur (secara jalan di Bandung nih udah gak ada yang rata, udah ancur semua), angkutan masal yg murah dan nyaman, berobat gratis, sekolah gratis, internet gratis, #eh... :))

Maksudku, kalau harga-harga barang kebutuhan pokok murah, jalan mulus dan bebas macet, angkutan umum murah nyaman, sekolah dan sarana kesehatan gratis, gaji kecil pun akan cukup kan? Dan bukankah efeknya lebih dirasakan bersama daripada menuntut kenaikan gaji yang cuma dinikmati mereka sendiri? Ah entahlah, sebenarnya memang pengusaha yang pelit ngasih kenaikan gaji atau buruh yang kurang bersyukur. Atau mungkin sudah ada pembagian tugas? Demo turun harga sembako urusan mahasiswa, demo naikkan UMR urusan buruh.

UMR Bandung sekitar Rp 1,5 jutaan. Cukup lumayan sebenarnya. )* Tidak tahukah mereka masih sangat banyak guru yang gajinya hanya ratusan ribu rupiah per bulannya? Guru loh! Guru. Di tangan mereka terletak masa depan bangsa. Mereka yang mendidik para calon pemimpin masa depan. Kita jadi bisa menulis dan membaca karena siapa? Kita jadi tau beraneka bidang ilmu dari siapa? Kita jadi pintar dididik Pak Guru. Kita bisa pandai dibimbing Bu Guru. Gurulah pelita penerang dalam gulita, jasamu tiada tara... eh malah nyanyi :) Jasanya tiada tara tapi penghasilannya masih banyak yang di bawah UMR.

Gak percaya? Aku ceritain ya. Kemarin siang, ketika bertugas meneliti dan menerima SPT tahunan di kantor, aku baca laporan keuangan sebuah yayasan pendidikan. Agak kaget juga ketika kubaca besaran biaya gajinya, sangat kecil. Aku tanya kepada sang pelapor berapa jumlah guru dan berapa gaji bulanannya. Dua ratus ribu rupiah per bulan per orang. Dua ratus ribu? Duh... "Iya Bu. Ya semacam sukarelawan aja para guru itu." (Mudah-mudahan Alloh yang membalas kebaikan hati dan keikhlasan para guru itu dengan pahala amal jariyah, pahala atas ilmu yang bermanfaat, yang akan terus mengalir walaupun sang guru sudah meninggal.)

Kembali ke buruh. Pusing juga kali ya jadi pengusaha, menangani ratusan atau bahkan ribuan buruh? ( lha wong aku punya pembantu 2 biji aja dibikin puyeng melulu :)). Tentu bukan perkara mudah memahami keinginan banyak orang, mensejahterakan buruh dan di sisi lain harus memikirkan laba perusahaan, cash flow, kredit bank, pajak, persaingan usaha de el el.

Yaah mudah-mudahan ke depannya buruh makin sejahtera, sehingga tidak perlu tiap tahun demo. Hubungan buruh - pengusaha makin harmonis, buruh sejahtera, pengusaha pun makin maju usahanya, dan makin gede bayar pajaknya...#eaa

)* Syarat dan ketentuan berlaku

Ditulis pada malam Hari Buruh, menjelang Hari Pendidikan. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...