Senin, 15 April 2013

Tips Memilih Clodi (Cloth Diaper)



Ketika memutuskan untuk memakai clodi untuk Jindra terus terang saja aku masih blank akan memakai clodi merk apa dan jenis yang mana. Pengetahuanku tentang clodi masih nol besar, lha wong yang namanya clodi itu kaya gimana aku belum pernah megang hihi… jadi mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat untuk para calon clodi user.

O ya, clodi itu apa sih? Clodi (cloth diaper)  atau biasa disebut popok kain modern adalah popok kain berkantong yang memakai lapisan penyerap (insert) dalam pemakaian. Pada umumnya clodi terdiri dari 2 bagian yaitu lapisan luar tahan bocor yang berkantong dan lapisan dalam berupa kain penyerap (atau dikenal dengan istilah insert), yang berfungsi untuk menyimpan cairan/pipis si kecil.

Lapisan luar clodi terdiri dari bahan  yang biasanya bercorak, warna-warni atau bergambar lucu, terbuat dari bahan polyester dengan laminasi lapisan anti air Polyurethane Laminate (PUL) dan lapisan dalam yang biasanya terbuat dari bahan suede, lembut dan cepat kering, menjaga pantat bayi dari kelembaban.

Insert biasanya terbuat dari bahan microfiber atau bamboo yang berdaya serap tinggi.
Ini gambar clodi pada umumnya, diambil dari http://clodipempem.blogspot.com/

Kenapa memakai clodi? Minimal 3 alasanku:

  1.  Cinta lingkungan, meminimalisir sampah apabila memakai popok sekali pakai (pospak).
  2.  Hemat. Walaupun mahal ketika membeli clodi pada awalnya, akan tetapi karena clodi ini bisa dipakai ulang selama beberapa tahun maka akan jauh lebih hemat dibandingkan memakai diaper (pospak).
  3.   Lebih sehat. Pospak  pasti memakai bahan-bahan kimia berbahaya, entah itu pemutih, absorbment de el el googling sendiri yaa :)

Sebenernya sudah lama pengin nulis/ berbagi tips memilih clodi, akan tetapi kuputuskan untuk memakai dulu beberapa bulan agar ketahuan kualitas clodi-clodi yang kupakai (eh, yang Jindra pakai :p). Berikut ini kesimpulannya:

  •  Pilih clodi yang One Size yang umumnya bisa dipakai dari berat 3,5 – 16 kg agar tidak perlu berganti clodi saat bayi semakin bertambah besar.
  •  Aku lebih suka clodi yang berpengunci  dari bahan Velcro (prepet) daripada snap (kancing), karena lebih praktis dan mudah dipakaikan ke bayi yang kakinya aktif bergerak.
  •  Pilih clodi berkantong (pocket diaper) daripada cover diaper. Insert dari pocket diaper ini bisa kita ganti dengan handuk kecil yang dilipat-lipat, atau bahkan popok bertali yang sudah tidak terpakai. Harga insert lumayan mahal, dan insert yang dicuci lama keringnya sehingga jumlah insert yang dimiliki harus lebih banyak (minimal 2 kali lipat) dibanding pocket diapernya.  Kalau memilih cover diaper kita tidak bisa mengganti insert dengan handuk atau popok bertali.
  •  Merk yang sudah kucoba: Pempem, Zigie Zag, Carter’s, dan Bebibum. Ini  reviewnya: 

Pempem: motif lucu-lucu, lapisan dalam lembut, insert bamboo lembut, daya serap tinggi tapi sangat lama keringnya ketika dicuci.

Zigie Zag: lapisan dalam berbulu setelah 1 bulan dipakai, jd agak kasar, insert daya serapnya tinggi.

Bebibum: lapisan dalam halus, lembut. Aku pakai bebibum ini yg cover diaper, jd aku gak suka.

Carter’s : bahan luar suede, lembut ke kulit bayi tapi agak lama kering ketika dicuci. Insert kurang menyerap cairan disbanding zigie zag.
Ini satu-satunya clodi yang kubeli langsung di toko (bukan beli online) kubeli di Lavie di Jl Imam Bonjol. http://www.laviebabyhouse.com/categories/cloth-diaper

Okey.. selamat memilih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...