Rabu, 05 Februari 2014

Pindah Blog?

Gak terasa... tau-tau sudah hari kelima saja di bulan Februari. Manaaa.. manaa janji 5 hari 1 tulisan di bulan Februari? Tenaaang... udah ada kok.. tuh, diposting di blog sebelah.

Jadi sebenernya ada beberapa teman yang usul agar aku bikin blog di wordpress saja, trus aku pun coba-coba bikin, karena aku pengin pisahkan antara blog resep dan blog non resep (yang diusulkan juga oleh Emi Sofyan di GA Pertamaku kemarin itu). Jadi ya gitu deh... blog ini selanjutnya kupakai untuk menampung resep-resep hasil eksperimen di dapurku saja.

Ini alamat blog non resepku : http://nyonyasutisna.wordpress.com/

Harap dimaklum ya kalau tampilannya masih culun... namanya juga newbie :)) masih kaku ngedit-ngeditnya, ajarin dooong.....

Terima kasih atas perhatian teman-teman semua, mudah-mudahan kepindahanku (eh gak pindah juga sih, blog ini masih tetap dipakai dan diteruskan kok...) tidak membuatmu bersedih. :D

Rabu, 29 Januari 2014

Yang Terpilih Adalah.....



Jadi dalam rangka merayakan Ulang Tahun Pertama blog ini pada tanggal 18 Januari kemarin dan meminta sumbangan ide dari teman-teman blogger, aku kemarin bikin semacam GA :))
Dan aku seneng sih yang komen lebih dari 6 orang (targetnya kan 6 saja.. cuma ada 6 hadiah) tapii kok jadi deg-degan yaa? Bisa gak ya nulis 6 tulisan di bulan Februari besok? Hihi... sok-sok nantangin diri sendiri tapi ragu-ragu sendiri.

Terima kasih banyak kuucapkan buat semua teman yang berpartisipasi menyumbangkan ide. Aku jadi semangat nulis lagi loh karena ide-ide kalian... dan... makin semangat pamer berkedok sharing resep! Ternyata hampir semua yang komen suka postingan resep-resep simpelku.. huhuhu... jadi terharu..

Selain postingan tentang resep, kebanyakan mengusulkan aku menulis tentang pengasuhan anak-anak alias parenting. Nah ini yang bikin gemeteran... karena aku pun masih belajar... Tapi gak papa kali ya, bukankah aku pun belajar dari pengalaman orang lain? Oke deh, berbagi pengalaman untuk saling belajar. Mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat. Aamiin....

Ini dia rekapan usulan tema dari temen-temenku, insyaalloh akan kutulis semua deeh... soalnya usulannya bagus-bagus semuaa.. (Disclaimer: tapi gak kutulis dalam waktu sebulan di bulan Februari loh yaa, catet. :))
  1. Tips menjaga romantisme dengan Pak Sutisna, dari Baginda Ratu.
  2. Tips membuat anak berprestasi dan akur, dari Fenti Rahmawati Faisal.
  3. Bahas nama-nama anak, dari Dian Sigit.
  4. Tips n trik mengajari anak soal sex education, dari Aipy.
  5. Beda pengasuhan 4 anak, dan cerita masa kecilku, dari Dian Ryan. 
  6. Suka duka mengasuh 4 anak, dan serunya memasak bersama anak-anak, dari Nur Arimilawati Nababan.
  7. Emi Syofyan mengusulkan agar aku membuat blog terpisah antara blog masak-memasak dan blog curhat. Usulan yang keren, karena aku pun lagi mikir-mikir demikian. Sebenernya aku udah bikin satu blog lagi di wordpress (atas usulan beberapa teman di wordpress) dengan nama, judul dan tag line sama (gak kreatif blas), dan ini linknya (sekalian promosi hihi.. follow yaa... :)).
  8. Tentang keuangan dan perpajakan, dan bagaimana memenej keuangan keluarga, dari mbak Titi Esti.
  9. Gaya mendidik anak, dari Ika.
  10. Peranan Pak Sutisna dalam memilih pendidikan buat anak-anak, dari Sondang.
  11. Nulis fiksi (oh tidaaak... :)) tentang kisah cintaku bersama suami, dan  seandainya bisa liburan ke Indonesia Timur pilih liburan ke mana dan mengapa, dari RheyBond.
  12. Beda Pengasuhan anak cowok dan cewek, dari Kiky Amel.
  13. Gimana cara mengatasi dilema ibu bekerja, dan puas atau gak setelah aku kerja selama ini, dari Vivi.
  14. Nostalgia jaman di Magelang, dari Ceritanyania wong Magelang.
  15. Apa impianku yang belum kesampaian, lebih suka kerja sama bapak-bapak atau ibu-ibu, apa yang gak kusukai dan gak pengin kutiru dari ibuku, resep masakan serba kukus dan rebus untuk penderita gerd, dan bagaimana cara membagi waktu untuk ngurus 4 anak, dari Sheetavia.
  16. Tips biar ASI melimpah dan resep MPASI, dari Puji Hamzah.
  17. Daily Activitiesku, dari Bundamuna.
  18. Cara memilih sekolah buat anak, dan tentang parenting, dari Ririn Nuraini.
 
Aku belum tau tema yang mana yang akan kutulis di bulan Februari. Dan karena semua usulan terpilih, alias semua usulan akan ditulis (dengan disclaimer tersebut di atas :)) maka biar adil hadiah diundi saja.
Suasana Pengundian :)


Undian dilakukan di hadapan notaris eh di hadapanku ,dilakukan oleh mbak Titi, Sondang dan Fitri Baginda Ratu (kebetulan siang ini kami maksi bareng ditraktir mamak Sondang), jadi bebas unsur KKN lah yaa... bahkan tak satu pun dari para pengundi itu namanya terpilih haha... kalian belum beruntung.

Ini dia yang beruntung:

Ceritanyania, Sheetavia, RheyBond, Emi Sofyan, Pujihamzah, Ika


Kepada 6 pemilik blog di atas, silahkan memilih hadiah yang diinginkan, tulis komen di bawah. Siapa cepat dia dapat yaa... :)) atau boleh SMS atau WA atau BBM jika sudah punya nomerku.


Senin, 20 Januari 2014

Ultah Pertama, Give Away Perdana

Gara-gara dapet hadiah handmade bag dari GA-nya mbak Titi dan sepaket wewangian Victoria's Secret dari GA-nya Pipy, dan ternyata nerima hadiah itu syeneng (ya iyyalaah... :)) jadi kepikiran buat bikin GA juga ah (macam blogger ngetop saja :)), mumpung blog ini lagi berulang tahun yang pertama.

Gak kerasa udah setahun aja ya... baru ada 70 postingan dan setengahnya adalah postingan resep :p
Katanya ngeblog buat berlatih menulis.. lha kok postingannya resep melulu... berbagi resep mah bukan menulis atuuuh... 
Ah tapi kan justru resep yang paling banyak dibaca orang (kalau lihat statistiknya). Dan memang sesuai dengan tujuan awal bikin blog kan, yaitu mendokumentasikan resep dan berbagi.
Iyaa... tapi mana janji rutin menulismu? 
Iya deeh mau dirutinin.. tapi tapii... bagi idenya doong....

Nah, aku mau bikin GA (sambil deg-degan dan berdoa mudah-mudahan ada yang ikutan :)). Gak bikin lomba menulis kok... siapa lah aku ini. Boro-boro menilai tulisan orang, nulis sendiri aja masih acak adut begini. Cukup tuliskan di kolom komentar di bawah hal apa yang Anda sukai dari blog ini (kalau ada, kalau gak ada ya gak usah ditulis :) ini bukan haus pujian loh kakaak... tapi biar aku semangat nulis aja) dan Anda pengin selanjutnya aku nulis tentang apa.. Ini terinspirasi dari #31 Days Writing Challenge-nya Dani, tapiii cuma 6 tema saja yang akan kuambil hihi... Tau diri laah.... mana bisa aku tiap hari nulis kaya Dani begitu,, bisa berdarah-darah tanganku hahaha.... 6 tema aja aku bakal ngos-ngosan banget kayanya. Satu orang boleh mengusulkan lebih dari satu tema.

Tapi temanya jangan jauh-jauh dari duniaku yaa... yaitu dunia dapur dan dunia anak-anak. Atau gini aja deh, temanya jangan meleset dari tema (label) yang sudah ada di blog ini (tab 'Cerita Tentang'). Hihi... curang (takut dikasih tema yang di luar jangkauan :)).

Kenapa 6 tema? Karena aku 'diintimidasi' Sondang huahaha.... "Kalo mbak Titi nantangin kau ikutan ODOJ, aku tantangin kau sehari satu tulisan." gitu katanya huhuhu... Dan katanya lagi, "Pokoknya kamu harus melakukan segala macam cara biar Neysa semangat menulis. Kau nyuruh dia tapi kau sendiri males nulis sih." hahaha baeklaah Mamak... dan bukan sehari satu tulisan kok, terakhirnya Sondang nyerah bilang "Tiga hari satu tulisan deh." walaupun sebenernya masih kutawar juga hihi... dan akan kumulai di bulan Februari, tapi 5 hari 1 tulisan ya Ndang...? ya yaa yaaa... :p Kalau lima hari satu tulisan berarti selama bulan Februari ada 6 tulisan kan? Kalau gak selesai ditulis di Februari ya terusin di bulan Maret. *pentung

Jadi syaratnya apa? Gak pake syarat apa-apa, tulis komen aja di bawah.
Hadiahnya?
Tersedia 6 hadiah untuk 6 orang komentator yang terpilih. Mudah-mudahan sih yang komen pas 6 orang :))

  1. Satu buah jilbab paris Faira, plus sepasang manset brokat, plus kopiah putih.
  2. Satu buah jilbab berbahan siffon (kata yang jual) gak ada merknya, plus sepasang manset brokat, plus kopiah putih.
  3. Sepaket baby toiletries Cussons, plus tempat makan minum Lusty Bunny.
  4. Sebuah selimut anak Happy Beauty.
  5. Sepaket baby toiletries Cussons, plus satu baby grooming set.
  6. Satu buah mangkuk stainless bertutup karet dengan diameter +/- 20 cm merk Weston, plus sebuah spatula kayu.

Komentator yang terpilih boleh memilih hadiah yang diinginkannya selama hadiah yang diinginkan itu belum dipilih oleh komentator terpilih lainnya.


Udah, gitu aja. Eh... kalo komentator berlokasi di luar Indonesia, hadiah tetep dikirim ke alamat Indonesia loh yaa... :p

Terima kasih sebelumnya yaaa.... dan ingat, komen ditunggu sampai dengan tanggal 29 Januari 2014.

Jumat, 17 Januari 2014

Matahari Merah Jeddah Frozen di Langit Eropa

Bismillahirahmaanirahiim... mengawali postingan di tahun 2014 dengan review-review ah, ikut-ikutan seperti yang lain. Tapiii bukan review perjalanan hidupku di tahun 2013 yaa... ini review buku yang kubaca dan film yang kutonton di bulan Desember kemarin.

Kok tumben bikin review mbak? Iyaa.... soalnya aku udah lamaaaa banget gak baca buku (novel tentu saja :)) dan entah kenapa akhir Desember kemarin bisa selesaiin baca 3 buku. (Ya iyyalah akhir Desember kan banyak libur....) Jadi aku seneeeeng... (Ya emang sih jadi skip-skip kegiatan lain seperti nonton TV misalnya.. jadi gak tau nih siapa juaranya American Next Top Model season 20.. jadi ketinggalan beberapa episode Carrie Diaries.. jadi gak nonton Master Chef, gak nonton CSI :)) Selain 3 buku yang kubaca, ada juga 2 film yang kutonton di akhir Desember kemarin. Ini dia....

1. Namaku Mata Hari

Aku pelacur tulen.
Tapi aku penari sejati.
Dan aku Belanda berdarah Indonesia.

MATA HARI, nama yang tercatat di berbagai literatur, terutama dihubungkan dengan spionase, mata-mata, intrik, juga sensualitas.

Hidup di seputar akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20, Mata Hari seperti mewadahi berbagai gejolak zaman yang menjadi ciri khas pergantian abad, sampai kemudian terseret menjadi agen ganda bagi Prancis dan Jerman pada Perang Dunia I. Dalam novel ini, dikisahkan periode hidupnya yang belum banyak disingkap, yakni hidup Mata Hari di Indonesia.

Itu adalah kata-kata yang tertulis di sampul belakang bukun karya Remy Sylado ini. Remy adalah salah satu penulis favoritku. Kemampuannya menghidupkan karakter tokoh, mendeskripsikan setting (lokasi maupun waktu), dan menceritakan sejarah dengan cara yang enak dibaca (padahal waktu SMA aku paling benci pelajaran sejarah hehe.. dan ini kusesali karena membuatku jadi buta sejarah) sungguh patut diacungi jempol. Bener-bener bisa dibilang seperti pelajaran sejarah karena novel-novelnya itu menuliskan sejarah dengan rinci. Aku  yakin seorang Remy Sylado yang banyak mendapat penghargaan di bidang sastra ini melakukan riset yang sungguh-sungguh sebelum menulis novel-novelnya.

Seperti biasa Remy banyak memakai kosa kata yang mengharuskan kita membuka KBBI (tapi gak kucari di kamus juga sih walau ada beberapa kata yang gak kutahu artinya hihi...) kata-kata yang gak lazim dipakai, misalnya tenahak, tertempelak, dll. Dan karena ceritanya tentang wanita penghibur ya bahasa yang dipakai kadang agak-agak vulgar.


Dikisahkan, Mata Hari lahir di Leeuwardeng, Belanda pada tahun 1876 dengan nama  Margaretha Geertruida. Pada usia 18 tahun ia menikah dengan seorang opsir Belanda bernama Rudolf John MacLeod. Setelah itu ia pindah ke Jawa, untuk mengikuti suaminya yang bertugas di sana, tepatnya di Ambarawa. Ketika berada di Jawa (tepatnya di desa Borobudur) inilah Mata Hari belajar menari tarian Jawa.

Singkat cerita, Mata Hari menjadi penari terkenal dan menjadi wanita penghibur kelas atas. Dia pulang ke Belanda, bercerai dengan suaminya, dan menetap di Paris untuk mengejar karir menarinya.

Di akhir cerita, dikisahkan ia ditangkap di kamar hotelnya di Paris karena dituduh sebagai mata-mata yang menyebabkan puluhan ribu tentara Perancis tewas, dan Perancis mengalami banyak kekalahan. Meskipun tak ada bukti nyata, ia dianggap bersalah dan dieksekusi di hadapan regu tembak pada usia 41.

Di luar profesinya sebagai wanita penghibur dan keyakinannya yang vrijdenker (dia agnostik, dan menganggap Tuhan telah mati) Mata Hari tetaplah seorang ibu (yang tetap mencari anaknya setiap dia pulang ke Belanda, walau selalu gagal karena sang anak disembunyikan oleh mantan suaminya) yang pantas dikagumi karena luasnya pengetahuannya, kecintaannya terhadap buku (rajin nongkrong di perpustakaan loh..), dan penguasaannya terhadap 7 bahasa.




2. Kau, Aku dan Sepucuk Angpao Merah

Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, maka setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari-semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaanya.  

Novel karya Tere Liye ini mengisahkan perjalanan cinta seorang anak muda lulusan SMA, pengemudi sepit (dari kata speed, perahu kayu omprengan bermesin tempel) bernama Borno dengan Mei, gadis keturunan Cina, mahasiswa yang berasal dari Surabaya yang berprofesi sebagai guru magang sekolah dasar, penumpang sepitnya.
 
Cerita dalam novel ini mengambil setting di Pontianak, di daerah sungai Kapuas dengan segala budaya airnya, dan keragaman ras penduduknya. Jadi selain belajar banyak tentang makna kekeluargaan, persahabatan, dan kasih sayang, dari novel ini banyak terdapat pelajaran tentang toleransi dalam keberagaman.
Alur ceritanya lumayan menarik, enak diikuti, dan seperti umumnya novel-novel percintaan,  'menggemaskan'. Dua orang saling cinta, tapi gak berani mengungkapkan, gimana gak menggemaskan coba? :))


Penambahan intrik-intrik seperti misalnya munculnya tokoh Sarah sang dokter gigi, yang ternyata adalah anak dari orang yang menerima donor jantung ayah Borno, cukup membumbui novel ini sehingga makin enak dinikmati. Walau yaa jadi kaya sinetron juga siih... banyak terjadi 'kebetulan'.  Kebetulan Pak Tua sahabat Borno sakit dan harus diterapi di Surabaya, kebetulan neneknya Mei pun diterapi di tempat yang sama, dll dsb. Tapi 'kebetulan-kebetulan' itu kalau kata Pak Tua "Cinta akan menemukan jalannya sendiri" atau kalau kata Afghan "Jodoh Pasti Bertemu" :)
  
“Cinta sejati adalah perjalanan. Cinta sejati tidak pernah memiliki ujung, tujuan, apalagi hanya sekedar muara. Air di laut akan menguap, menjadi hujan, turun di gunung-gunung tinggi, kembali menjadi ribuan anak sungai, menjadi ribuan sungai perasaan, lantas menyatu kembali menjadi Kapuas. Itu siklus tak pernah berhenti, begitu pula cinta.” (Pak Tua, Kau Aku dan Sepucuk Angpao Merah)


 
3. Memoar of Jeddah (How Can I Not Love Jeddah?)

Memoar of Jeddah adalah kumpulan kisah-kisah pengalaman Jihan Davincka sang penulis selama 30 bulan tinggal di Jeddah. Ada cerita jalan-jalan selama Jihan tinggal di Saudi (plus foto-fotonya tapi sayang banget fotonya hitam putih dan gak tercetak dengan jelas), pengalaman pribadi berinteraksi langsung dengan orang-orang Arab, kehidupan sehari-hari masyarakat Jeddah, dan pengalaman berhajinya Jihan via Jeddah. 

Ternyata beda banget perlakuan yang diterima oleh jamaah haji Arab (melalui biro haji Arab) dengan jamaah dari Indonesia. Gak tau ini tanggung jawab siapa, pemerintah Indonesia yang gak bisa menjamin kenyamanan jamaahnya di Saudi atau pemerintah Saudi yang 'pilih kasih'. Meskipun prosesi ibadah haji itu hanya berlangsung sekitar seminggu saja, tapi kan bener-bener menguras energi fisik. Eh masih ditambah pula dengan fasilitas seadanya (makan, tempat tidur, sarana MCK) yang menguras energi psikis alias menguras emosi. Untung judulnya lagi beribadah ya, jadi sabar dan sabaarrr aja... buang jauh-jauh mengeluh dan mengomel. Makanan hambar dan sayuran benyek kematengan, makaaan... (atau nyeduh Popmie lagee hihi...) Tidur berdesak-desakan bagaikan ikan pindang (bahkan mau sedikit merubah posisi tidur pun gak bisa), beralaskan tikar saja, puleeesss... Jalan kaki berpuluh-puluh kilometer, berpanas-panasan, kuaaatt...

Nah kalau pengalaman hajinya Jihan beda banget.. Satu tenda yang beralaskan karpet tebal hanya diisi 10-20 orang, ada tempat tidur bertingkat lengkap dengan kasur dan seimut, puluhan petugas kebersihan yang selalu membersihkan tenda, lorong-lorong antartenda dan kamar mandi. Makanan berlimpah, dan ke mana-mana disediakan kereta yang bebas macet tentu saja. Bahkan fasilitas tenda di Arafah pun sama nyamannya dengan tenda di Mina.

Yang sama dengan pengalamanku adalah soal 'drama' perebutan AC di tenda. Yang satu kedinginan, yang satu gak bisa tidur kegerahan, yang ini mau diarahin ke sana, yang itu mau anginnya ke sini dll dsb yah gitu deh namanya juga emak-emak hihi...
Kalau pengalaman spiritualnya gak tau deh ya, tapi yang jelas kami sama-sama tenggelam dalam tangis ketika berdoa di Arafah. Dan bahkan membaca pengalaman beribadah hajinya Jihan ini pun membuat mataku basah, ada kerinduan yang dalam....

Eh kok malah jadi ke mana-mana. Baca resume lengkap buku ini oleh sang penulis saja di sini yaa..... :))




Javas di bioskop pertamanya.




4. Frozen

Mumpung anak-anak libur, nonton barenglah aku bersama anak-anak. Youri dan Javas aja sih, karena Kakak memilih nonton film lain bareng temennya, dan Jindra masih di daycare. Nonton Frozen adalah pengalaman pertama Javas nonton di bioskop. Dan ternyata dia enjoy, gak takut gelap atau suara kenceng seperti yang kukhawatirkan.

Ceritanya di sebuah kerajaan bernama Arendelle, terdapat dua orang putri kerajaan bernama Elsa dan Anna. Berbeda dengan saudarinya, Elsa memiliki kemampuan sihir untuk menciptakan salju dan es. Untuk menghindari ketakutan dari rakyat, Elsa disembunyikan oleh kedua orang tuanya sampai Elsa mampu mengontrol kemampuan sihirnya tersebut. Isolasi tersebut akhirnya berakhir pada hari di mana Elsa dinobatkan menjadi Ratu Arendelle menggantikan kedua orang tuanya.
Tapi justru  di hari penobatan tersebut Elsa tidak mampu mengontrol kemampuan sihirnya sehingga terjadilah bencana salju abadi di Arendelle. 

Seperti cerita Disney pada umumnya, cerita berakhir dengan happy ending. Dan happy juga tuh yang nonton bioskop for the first time, tersenyum tersipu-sipu sepanjang film kalau putri Elsa muncul. Jatuh cinta pada pandangan pertama tampaknya hahaha....  

Gambar bagus, animasi halus sempurna (aku gak suka animasi Jepang yang patah-patah :)) dan banyak pesan moralnya. Gak rugi deh ngajak anak-anak nonton film ini kemarin.




5. 99 Cahaya di Langit Eropa

Film ini diangkat dari novel best seller dengan judul sama yang ditulis oleh Hanum Salsabiela Rais yang berisi kisah hidup Hanum dan suaminya selama tinggal di Eropa. Aku belum baca bukunya (kayanya mirip-mirip buku Memoar of Jeddah-nya Jihan kali ya, tapi ini versi Eropanya hehe....) tapi langsung pengin nonton aja karena... pengin lihat Eropa! :D

Abis nonton baru aku googling dan nemu webnya Hanum di sini.
Dan aku baru ngeh, ternyata Hanum ini putrinya Pak Amien Rais... oalaah....  

Hanum Salsabiela Rais, adalah putri Amien Rais, lahir dan menempuh pendidikan dasar Muhammadiyah di Yogyakarta hingga mendapat gelar Dokter Gigi dari FKG UGM. Mengawali karir menjadi jurnalis dan presenter di TRANS TV.

Hanum memulai petualangannya di Eropa selama tinggal di Austria bersama suaminya Rangga Almahendra dan bekerja untuk proyek video podcast Executive Academy di WU Vienna selama 2 tahun. Ia juga tercatat sebagai koresponden detik.com bagi kawasan Eropa dan sekitarnya.

Tinggal di Eropa, di mana Islam menjadi minoritas, justru membuka mata hati Hanum, dan membuatnya jatuh cinta lagi pada Islam yang menjadi sumber pengetahuan dan mengajarkan kedamaian serta cinta kasih. Persahabatan Hanum dengan perempuan Turki di Austria, Fatma Pasha telah mengajarkannya untuk menunjukkan pada Eropa ajaran cinta dan luasnya kedamaian Islam. Fatma yang mencoba menebus kesalahan kakek moyangnya yang gagal meluluhkan Eropa dengan menghunus pedang dan meriam,  dengan cara yang lebih elegan, yaitu dengan lebarnya senyum dan dalamnya samudra kerendahan hati telah menginspirasi Hanum.

Aku dan Fatma mengatur rencana. Kami akan mengarungi jejak-jejak Islam dari barat hingga ke timur Eropa. Dari Andalusia Spanyol hingga ke Istanbul Turki. Dan entah mengapa perjalanan pertamaku justru mengantarkanku ke Kota Paris, pusat ibukota peradaban Eropa.

Di Paris aku bertemu dengan seorang mualaf, Marion Latimer yang bekerja sebagai ilmuwan di Arab World Institute Paris. Marion menunjukkan kepadaku bahwa Eropa juga adalah pantulan cahaya kebesaran Islam. Eropa menyimpan harta karun sejarah Islam yang luar biasa berharganya. Marion membukakan mata hatiku. Membuatku jatuh cinta lagi dengan agamaku, Islam. Islam sebagai sumber pengetahuan yang penuh damai dan kasih.

Museum Louvre, Pantheon, Gereja Notre Dame hingga Les Invalides semakin membuatku yakin dengan agamaku. Islam dulu pernah menjadi sumber cahaya terang benderang ketika Eropa diliputi abad kegelapan. Islam pernah bersinar sebagai peradaban paling maju di dunia, ketika dakwah bisa bersatu dengan pengetahuan dan kedamaian, bukan dengan teror atau kekerasan.

Selain makin membuatku pengin mengunjungi Eropa (kapan yaaa??) film ini semakin membuatku menyesal dulu semasa SMA membenci pelajaran sejarah. Kayanya lebih bisa dinikmati deh film ini kalau aku gak buta sejarah. Bukan berarti aku gak bisa menikmati filmnya loh yaa... sangat enak ditonton kok.... dan tentu saja aku nikmatin (pelototin malah) hijab-hijab cantik para pelakonnya. Dan kesimpulanku teteup... mau pake gaya hijab atau jilbab apa pun, bahkan yang cuma 'uwel-uwel' ngasal pun, kalau orangnya cantik mah pantes aja dan jadinya cantik-cantik aja. Dan aku sukaaa aktingnya Dewi Sandra yang berperan sebagai Marion Latimer di film ini. 


Aku cuma terganggu dengan munculnya Fatin yang entah apa maksudnya dimunculkan di film ini. Hehe maap yaaa penggemar Fatin.... ya mungkin untuk mendongkrak penjualan film juga sih ya, kan penggemar Fatin juga tidak sedikit.

Jadi, hikmah film ini apa? Ya itu tadi... mau pake jilbab gaya apa pun kalo udah cantik mah cantik aja (hahaha cetek banget...).
Hikmah bagiku adalah, jadilah agen muslim yang baik, apalagi bagi muslimah berjilbab sepertiku, ketika orang lain bisa dengan mudah mengaitkan perilakuku dengan agamaku. Semoga aku bisa.

Jumat, 27 Desember 2013

Oreo Cheese Cake


Sebenernya ini percobaan pertamaku, belum pernah kubikin cheese cake sebelumnya. Hasilnya pun belum memuaskan, belum seenak cheese cake-nya Bread Talk (kalo aku bisa bikin yang seenak itu, aku jualan aja kaliii... hihi..) dan bentuknya pun masih jauh dari kata rapi, atau cantik apalagi.  Tapi berhubung suka pamer di Instagram, dan sudah kupamerin pula hasil percobaan pertamaku itu di Instagaram, dan banyak yang minta resepnya (yang kalau ditulis di komennya Instagram kepanjangan) ini dia resep cheese cake yang begitu kubaca langsung pengin kucoba karena terlihat gampang.

Resepnya dikasih dari Dian, tetangga sebelahku, ngeprint dari Facebooknya mamataro.com katanya.
Karena kupakai whip cream bubuk (yang rasanya sudah manis) aku gak pakai gula lagi.
Pakai ring plastik mika? Tentu saja tidak hihi... ngebayanginnya aja ribet (dasar pemalas yaa..).
Hasilnya? Enaak... (walo teteup.... kalah kalau dibandingin sama Bread Talk atau Cheezy hihi....) dan ternyata gak sebanyak yang kubayangkan. Jadi, kueku pun tipis, kurang tinggi, karena loyang yang kupakai kegedean. Ya bayangin aja itu cream cheese satu cup ditambah whip cream sepertiga dus ( kan satu dus isi 200 gr ditambah air 400 ml) jadinya ya kira-kira segitu deh..

Kurang berasa kejunya, kurang 'tajem' menurutku. Mungkin campuran whip creamnya perlu dikurangi. Dan teksturnya agak kenyal, kurang 'kres kres' gitu, next time bubuk gelatin aku skip saja. Padahal cuma kupakai sedikit loh, gak sampai 3 sdm seperti di resep.
Dan bau gelatin itu alamaaak... aku gak suka.

Pakai loyang bongkar pasang ya kalau gak mau bikin ring plastik mika. Kalau gak punya loyang bongkar pasang (kaya aku nih) ya pakai loyang biasa yang dialasi kertas roti saja.

Eh ya, kalau gak mau pakai Oreo (sayang Oreonya, gak usah diapa-apain Oreo udah enak, kata anaknya Mbak Ika hehe...) bisa pakai biskuit marie utk alasnya, dan selai strawberry atau blueberry untuk toppingnya. Aku belum nyoba juga sih... tapi kayanya enak juga :))


 Bahan Alas:
o 150 gr biskuit Oreo, haluskan
o 75 gr mentega tawar, lelehkan -> gak punya, jd kupakai blue band
Bahan Cheesecake:
o 250 gr cream cheese
o 50 gr gula tepung -> aku skip krn whip creamnya sudah manis
o 1/8 sendok teh esens vanili
o 1 sendok teh air jeruk lemon
o 1/2 sendok teh parutan kulit jeruk lemon -> aku pakai sedikiit
o 100 gr white cooking chocolate, lelehkan
o 3 sendok makan gelatin, larutkan dengan 3 sendok makan air panas -> next time aku skip saja
o 200 gr krim kental, kocok setengah mengembang, dinginkan
o 4 keping biskuit Oreo tanpa krim

Cara Membuat:
1. Alas: Campur Oreo dan mentega tawar leleh. Aduk sampai menggumpal.
2. Buat ring bulat dengan plastik mika tinggi 5 cm dan diameter 5 cm. -> aku skip
3. Pipihkan alas di dasar loyang yang dilapis ring. Dinginkan 30 menit dalam lemari es.
4. Cheesecake: Kocok cream cheese asal lembut. Masukkan gula tepung, esens vanili, air jeruk lemon, dan kulit jeruk lemon. Kocok rata.
5. Tambahkan white cooking chocolate leleh dan gelatin. Kocok kembali.
6. Masukkan sedikit-sedikit ke dalam kocokan krim kental sambil diaduk perlahan.
7. Tuang setengah bagian cheesecake di atas alas, beri kepingan Oreo di atasnya, tuang sisa cheseecake, bekukan.

Gampang kan? Selamat mencoba.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...